WAJIB DIBACA! Seribu Satu Alasan Pilih Prabowo Subianto Sebagai Presiden RI


[PORTAL-ISLAM.ID]  Di dalam tulisan yang panjang ini, saya akan menjelaskan mengapa Prabowo Subianto (PS) harus menjadi presiden. Why Prabowo? Banyak yang menyarankan agar dibuatkan tulisan tentang apa saja alasan untuk memberikan mandat kepada Pak PS.

Kalau mau dijawab pendek, ini jawabannya: negara ini berada dalam keadaan kritis, perlu presiden yang “fully equipped” untuk mengatasinya. Presiden yang “bersenjata lengkap”. Lengkap dengan kecerdasan, kejujuran dan ketegasan. Visioner. Presiden yang menginfaqkan jiwa-raga dan harta-bendanya demi perbaikan Indonesia.

Prabowo Subianto memenuhi check-list di atas. Dia memiliki kualifikasi itu.

Plus, Prabowo memiliki rekam jejak, kapabilitas dan karakter berikut ini.

Pak PS itu bersih dari korupsi. Tidak bisa didikte. Tahu masalah yang dihadapi Indonesia dan tahu apa solusinya. Tahu siapa-siapa saja bandit bisnis. Tahu semua orang yang serakah. Dan tahu bagaimana caranya menghadapi mereka jika beliau duduk sebagai presiden.

Prabowo bukan orang yang ambisius mencari kekuasaan, tetapi beliau berambisi untuk mengangkat derajat hidup dan martabat bangsa Indonesia. Pak PS sudah memiliki semuanya kalau tujuan beliau hanya ingin hidup dalam kenyamanan, tanpa memikirkan masa depan bangsa dan negara. Kekayaan yang dimilikinya bisa memenuhi apa saja keinginan duniawi beliau.

Dia tidak perlu bersusah payah berkeliling kampung, menjumpai petani kecil dan memikirkan mereka. Kalau Pak PS memutuskan untuk hidup enak di Swiss atau di mana pun tempat yang paling nyaman dan mahal di dunia, beliau bisa dapatkan itu.

Tak perlu Pak PS harus berhadapan dengan cercaan dan makian para musuh yang tak senang dengan beliau gara-gara perjuangan politiknya untuk membebaskan Indonesia dari perampokan, penipuan, penindasan, pemiskinan dan kemiskinan skala besar. Pak PS menciptakan ribuan musuh gara-gara tekadnya untuk menyelamatkan Indonesia.

Karena kualitas pemikiran dan kepribadian seperti inilah, kita pantas mempercayakan kursi presiden kepada Pak Prabowo.

Pada saat ini, tidak ada satu pun perampok besar yang bertopeng pengusaha, yang senang terhadap perjuangan PS. Tak satu pun politisi korup dan busuk yang rela Pak PS duduk sebagai presiden.

Tetapi, Pak PS mengambil risiko berat untuk merebut kekuasaan karena merasa sangat marah dengan perampok-perampok yang berkolusi dengan para penguasa. Yaitu, para penguasa eksekutif, para penguasa politik, dan para penguasa ekonomi-bisnis skala konglomerat yang telah lama menikmati hasil perampokan dan penindasan mereka.

Sekarang ini Pak PS merasakan risiko itu. Beliau dimusuhi oleh konsorsium para penguasa korup dan para bandit bisnis. Konsorsium jahat inilah yang sedang bekerja untuk menghadang Prabowo maju ke pilpres 2019.

Masihkan Anda bertanya mengapa Prabowo “wajib” menjadi presiden tahun depan?

Karena Pak PS bukan si Fulan atau si Anu yang gampang ditipu atau ditodong. Yang bisa diajak berkolusi. Dia tidak akan merendah di depan kekuatan imperialis ekonomi. Dia tidak akan bisa ditekan-tekan oleh kekuatan asing mana pun.

Dia mengerti bagaimana berurusan dengan orang yang selama ini disembah-sembah oleh konsorsium bejat. Konsorsium yang hanya mementingkan penambahan kekayaan pribadi dengan menjarah sumberdaya alam negara ini. Konsorsium pengusaha-penguasa-politisi bangsat yang mengeruk keuntungan di atas penderitaan rakyat.

Mengapa Prabowo?

Karena dia tidak akan bisa diatur oleh Amerika, RRC, Eropa atau siapa saja. Dia akan bersahabat baik dengan mereka. Duduk sama rendah, berdiri sama tinggi. Saling menghormati. Tetapi Prabowo tidak akan bisa dikibuli oleh perusahaan-perusahaan multi-nasional yang datang ke negeri ini dengan mengandalkan tekanan politik pemerintah mereka.

Karena kualitas pemikiran dan kepribadian seperti inilah, kita pantas mempercayakan kursi presiden kepada Pak Prabowo.

Pada saat ini, tidak ada satu pun perampok besar yang bertopeng pengusaha, yang senang terhadap perjuangan PS. Tak satu pun politisi korup dan busuk yang rela Pak PS duduk sebagai presiden.

Tetapi, Pak PS mengambil risiko berat untuk merebut kekuasaan karena merasa sangat marah dengan perampok-perampok yang berkolusi dengan para penguasa. Yaitu, para penguasa eksekutif, para penguasa politik, dan para penguasa ekonomi-bisnis skala konglomerat yang telah lama menikmati hasil perampokan dan penindasan mereka.

Sekarang ini Pak PS merasakan risiko itu. Beliau dimusuhi oleh konsorsium para penguasa korup dan para bandit bisnis. Konsorsium jahat inilah yang sedang bekerja untuk menghadang Prabowo maju ke pilpres 2019.

Masihkan Anda bertanya mengapa Prabowo “wajib” menjadi presiden tahun depan?

Karena Pak PS bukan si Fulan atau si Anu yang gampang ditipu atau ditodong. Yang bisa diajak berkolusi. Dia tidak akan merendah di depan kekuatan imperialis ekonomi. Dia tidak akan bisa ditekan-tekan oleh kekuatan asing mana pun.

Dia mengerti bagaimana berurusan dengan orang yang selama ini disembah-sembah oleh konsorsium bejat. Konsorsium yang hanya mementingkan penambahan kekayaan pribadi dengan menjarah sumberdaya alam negara ini. Konsorsium pengusaha-penguasa-politisi bangsat yang mengeruk keuntungan di atas penderitaan rakyat.

Mengapa Prabowo?

Karena dia tidak akan bisa diatur oleh Amerika, RRC, Eropa atau siapa saja. Dia akan bersahabat baik dengan mereka. Duduk sama rendah, berdiri sama tinggi. Saling menghormati. Tetapi Prabowo tidak akan bisa dikibuli oleh perusahaan-perusahaan multi-nasional yang datang ke negeri ini dengan mengandalkan tekanan politik pemerintah mereka.

Praktik ini akan distop oleh Prabowo begitu beliau dilantik menjadi presiden.

Prabowo bukan orang yang bermentalitas “inferior”. Bukan rendahan. Menghadapi para taipan rakus, dia akan tegak dengan tegap. Menghadapi forum-forum dan wartawan internasional, dia tidak akan tergagap-gagap, apalagi megap-megap.

Kalau Anda mau lihat Istana dan rumah dinas atau rumah pribadi Presiden sepi dari lobi-lobi kotor untuk bisnis dan proyek, mari kita dudukkan Pak Prabowo sebagai RI-1. Kalau Anda mau saksikan KPK bekerja lebih keras dengan hasil borgolan koruptor yang berjubel-jubel, mari coblos Prabowo sebagai presiden. Kalau Anda mau melihat indeks korupsi Indonesia turun drastis, Prabowo presidennya.

Barangkali Anda belum puas bertanya, apa lagi alasan Prabowo harus duduk sebagai presiden?

Kalau Anda mau uraian yang panjang, tidak masalah. Karena daftar problem serius dan kritis di negara ini masih banyak yang belum tersebutkan. Pertamina di ambang masalah besar meskipun Dirut Arif Budiman membantahnya. Tapi dia mengakui Pertamina berada di bawah tekanan berat.

Maskapai penerbangan kebanggaan nasional, Garuda Indonesia, sudah lama terbang dalam kondisi tak menentu. Ada ancaman pailit. Para karyawan memperingatkan, mereka tak ingin Garuda terseok seperti Merpati.

PLN terancan bangkrut kalau tarif listrik tak dinakkkan. Perusahaan Gas Negara (PGN) juga terancam. Mereka sedang mencari pinjaman 11 triliun. Sedangkan BRI menerbitkan obligasi lanjutan sebesar 2.44 triliun untuk pengembangan usaha. Para pengamat menafsirkan ini sebagai pertanda kesulitan likuiditas.

Inilah antara lain kondisi buruk perusahaan negara yang terungkap ke publik. Empat diantara BUMN di atas adalah simpul penting perekonomian negara. Apa pun alasan tentang ancaman kebangkrutan itu, yang jelas itulah gambaran kinerja rezim yang berkuasa. Mereka tak bisa cuci tangan.

Bagi rakyat, tentunya kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlanjut. Pimpinan nasional harus berada di tangan orang yang berkapabilitas dan berkapasitas. Ini yang absen di negara yang memiliki tingkat kompleksitas yang cukup tinggi ini.

Itulah sebabnya mengapa kepresidenan Prabowo Subianto mutlak harus dihadirkan pada pilpres 17 April 2019.

Boleh jadi Anda ragu-ragu. Karena penguasa petahana didukung oleh banyak orang penting dan pintar. Anda akan mengatakan rezim ini tidak bermasalah. Rezim ini benar.

Kalau perasaan seperti ini ada di benak Anda, tak salah lagi bahwa tipuan fatamorgana sedang melanda banyak orang. Fatamorgana membuat banyak kafilah gurun pasir mati secara mengenaskan. Tragis. Mereka menjadi korban karena yakin terhadap kepalsuan yang berestafet.

Prabowo Subianto datang dengan tekad untuk mencegah itu. Agar Anda tidak lagi menjadi korban fatamorgana, korban kepalsuan.

Penulis: Asyari Usman (eks wartawan BBC)