Usulan LGBT Masuk Konstitusi Turki Digagalkan Partainya Erdogan, Inilah Pentingnya Kekuasaan


[PORTAL-ISLAM.ID] Beginilah hasilnya jika Parlemen dikuasai kaum muslimin yang berpegang pada Syariat Islam.

Pada Mei 2012, Partai BDP meminta parlemen Turki memasukkan pernikahan sesama jenis dalam konstitusi. Dan ditolak oleh partai terbesar di Parlemen Turki, AKP Partainya Erdogan.

Link: https://en.wikipedia.org/wiki/LGBT_rights_in_Turkey

Pada 29 Mei 2013, diusulkan kembali hak-hak LGBT di parlemen Turki. Meskipun ada dukungan dari partai BDP, partai sekuler CHP, mosi itu ditolak oleh suara partai berkuasa AKP. Anggota parlemen dari AKP, Türkan Dağoğlu, mengutip artikel ilmiah tentang homoseksualitas yang diterbitkan di Amerika Serikat pada 1974 dan berkata, "Homoseksualitas adalah suatu keabnormalan. Mariage yang sama mungkin tidak diperbolehkan. Ini akan menyebabkan kemerosotan sosial."

Postingan ini membantah tuduhan pada fanpage abal-abal 'Koalisi Umat Islam' yang memfitnah peran umat Islam dalam merebut kekuasaan yang dianggap tidak memiliki peran apa-apa dalam kasus pernikahan sejenis di Turki.

Faktanya justru karena umat Islam yang berpegang pada Syariat Islam berkuasa, pernikahan sejenis yang diusung oleh kelompok sekuler digagalkan oleh AKP. Bisa dibayangkan jika umat Islam meninggalkan politik dan kekuasaan?

Inilah pentingnya umat Islam harus menduduki parlemen dan merebut kekuasaan, agar kemudharatan bisa dihindarkan.

Inilah kenapa Ustad Abdul Somad dalam safari dakwahnya keliling nusantara senantiasa mengingatkan Umat Islam pentingnya Kekuasaan, Kepemimpinan dan Politik.

“Kalau orang Islam tidak peduli pada politik, maka akan dipimpin oleh politisi yang tidak peduli kepada Islam. Agama dan politik merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan,” kata Ustaz Abdul Somad, dalam ceramahnya pada Tabligh Akbar di Lapangan Paya Kareung, Bireuen, Aceh, Rabu (4/7/2018).

UAS: Agama dan Politik tak Bisa Dipisahkan