Tak Banyak Terungkap... "Exit Poll" SMRC: Jokowi Kalah Lagi di Jawa Barat


[PORTAL-ISLAM.ID] Salah satu hasil mengejutkan Pilkada Serentak yang baru digelar Rabu (27/6/2018) pekan lalu, adalah hasil Pilkada Jawa Barat.

Selain melakukan quick count (hitung cepat) Pilgub Jabar, lembaga survei juga memanfaatkan ajang Pilgub Jabar ini untuk memotret elektabiltas capres terutama Jokowi.

Dan hasilnya mengejutkan. Presiden Jokowi yang 'bolak balik' ke Jabar (sering banget Jabar jadi sasaran turbanya), ternyata belum mampu menaklukan warga Jabar.

Seperti terkuak di acara Rosi KompasTV, pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani, menyatakan, berdasarkan exit poll Pilkada 2018 Jabar, elektabilitas Presiden Joko Widodo belum mencapai mayoritas di Jawa Barat.

Exit poll tersebut dilakukan sesaat setelah pemilih pada Pilkada Jawa Barat disurvei soal pilihan capres pada Pilpres 2019.

"Di exit poll terus terang saya buka saja sekarang, Pak Jokowi itu di Jawa Barat sudah kalah lagi. Kita harus terbuka, di Jawa Barat sudah ada mobilisasi," kata Saiful di acara Rosi yang tayang di Kompas TV, Kamis (28/6/2018) malam.

Ia menambahkan, meskipun pasangan yang diusung Gerindra, PKS, dan PAN, yakni Sudrajat-Ahmad Syaikhu, tidak menang di Pilkada Jawa Barat, mesin partai yang bekerja berhasil memobilisasi pendukung mereka untuk mengampanyekan sentimen anti-Jokowi.

Hal itu terbukti dari survei awal Sudrajat-Syaikhu yang hanya mencapai belasan persen, namun berubah pada hari pencoblosan. Mereka berhasil meraup suara sebesar 29,53 persen.

Karena itu, lanjut Saiful, hal tersebut harus menjadi catatan bagi Jokowi jika ingin memenangkan Pilpres 2019.

"Ada lonjakan suara walaupun tidak menang, katakanlah hanya 28 persen. Tapi itu signifikan, dari angka belasan persen, bahkan 10 persen," kata Saiful lagi.

Pada Pilpres 2014, pasangan Jokowi-Jusuf Kalla kalah dibanding pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa di Jabar. Dari total suara sah sebesar 23.697.696 suara, Prabowo-Hatta memperoleh 14.167.381 suara (59,78 persen), dan Jokowi-JK sebesar 9.530.315 (40,22 persen).



[Selengkapnya video Rosi KompasTV]