SERU!! Twitwar Tak Seimbang Antara Ahoker dan Warganet Waras Soal Asian Games


[PORTAL-ISLAM.ID]  Kebencian para pendukung Ahok yang dikenal dengan sebutan Ahoker kepada Anies Baswedan bukan barang baru. Nyaris setiap kebijakan Anies dipersoalkan Ahoker. Bahkan, kegiatan spontan warga pun masih dianggap sebagai gerakan yang didukung Pemprov.

Contoh nyatanya adalah pemasangan bendera negara peserta Asian Games oleh warga RT 17 Kelurahan Penjaringan Jakarta Utara.

Aksi spontan warga ini mengundang kecurigaan @fauherklots, seorang Ahoker di Twitter.

Ia pun bercuit, "Hebat juga ya warga lokal punya koleksi puluhan bendera negara lain. Beli di mana ya?
Pasti rajin masang bendera merah putih".

Memperkuat opininya, Fauziah menambahkan, bahwa sebagai seseorang yang kerap berkeliling Asia, ia tak memiliki koleksi bendera dari negara-negara di kawasan yang kerap dikunjunginya.


Kecurigaan Fauziah ini dibalas dengan santun oleh Angga Putra Fidrian. Ia menjelaskan bahwa beberapa pekan lalu ada acara torch relay, alias pawai replika obor Asian Games yang diikuti oleh pemuda-pemuda di Jakarta yang didukung oleh Pemprov.




Kecurigaan Ahoker juga dibantah telak oleh Lurah Penjaringan. Menurut Lurah Penjaringan Depika Romadi, pemasangan bendera beberapa negara peserta Asian Games 2018 itu murni inisiatif sekelompok warga, yang merasa sayang jika bendera usai mengikuti Torch Relay Asian Games di kawasan Jakarta Utara hanya disimpan di rumah.
“Awalnya, mereka ini kan anak muda yang ikut konvoi torch relay naik motor mengiringi pelari dari Waduk-Pluit-Kamal-Kapuk-Pejagalan-Penjaringan-Waduk. Setelah acara selesai, mereka membawa bendera-bendera ini, tapi tidak semua dibawa pulang, beberapa ada yang dikumpulkan,” kata Depika ketika ditemui di kawasan Jakarta Utara.

Depika menyebutkan ada beberapa orang yang berinisiatif ingin memasang bendera-bendera itu agar tak terbuang percuma. Hal tersebut juga diakui Muhammad Tamran, salah satu pemasang bendera yang akhirnya menjadi viral itu. Menurut dia, hal tersebut merupakan inisiatifnya dan beberapa warga lain.

“Ini inisiatif kami, gak ada dari pemerintah. Beli bambu itu juga pakai uang masing-masing. Kami sudah rencanakan ini, daripada terbuang percuma. Yang masang bendera macem-macem asalnya, ada dari warga RW 17 dan RW yang lainnya juga,” ujar Tamran, seperti dikutip IdnTimes.

Kesantunan Angga dalam menjawab kecurigaan Ahoker, mendapat perhatian dari warganet yang dikenal sebagai aktivis buruh, Iyut VB.