Presiden Erdogan Akan Dilantik Hari Senin


[PORTAL-ISLAM.ID] ANKARA - Presiden Recep Tayyip Erdogan akan dilantik pada hari Senin 9 Juli 2018, menandai era baru Turki dibawah sistem baru presidensil.

Erdogan memenangkan Pilpres yang digelar pada 24 Juni 2018 dengan meraih suara 52,59% yang diikuti 6 capres. Erdogan diusung oleh Aliansi Rakyat (People's Alliance), yakni koalisi AKP dengan partai nasionalis MHP.

Dengan sistem baru presidensil ini, Erdogan akan memegang kekuasaan yang lebih besar daripada politisi Turki mana pun sejak Perang Dunia II.

Erdogan mengatakan pada hari Jumat (6/7/2018) bahwa Aliansi Rakyat yang sukses di pemilu legislatif (mendapat lebih dari 50% kursi parlemen) dan memenangkan pilpres akan tetap berlanjut di parlemen baru.

Berbicara kepada kepala provinsi Partai AK di markas besar partai di Ankara, Recep Tayyip Erdogan mengatakan: "Kami akan melanjutkan Aliansi Rakyat di parlemen."

Erdogan berterima kasih kepada rakyat Turki atas partisipasi jumlah pemilih yang tinggi dalam pemilihan 24 Juni lalu -yang mencapai lebih dari 86%- mengatakan bahwa hal ini telah "membuat frustrasi" mereka yang ingin "mendorong Turki ke pojok."

Kabinet baru akan diumumkan Senin

Erdogan juga mengatakan langkah-langkah awal untuk transisi ke sistem presidensial baru Turki telah selesai, termasuk perubahan yang terkait dengan menteri kabinet, dan manajemen yang didefinisikan ulang dari beberapa lembaga dan direktur umum.

"Pada hari Senin, keputusan presiden pertama akan dikeluarkan segera setelah upacara pelantikan, dan Kabinet Presiden yang dibentuk kembali akan diumumkan malam itu juga," katanya.

Erdogan menambahkan bahwa untuk pertama kalinya Kabinet akan memasukkan nama-nama yang tidak terafiliasi ke partai mana pun (berbeda dengan sistem parlementer dimana menteri mewakili partai).

"Kami akan mempercepat kerja negara dan membuatnya lebih efektif dengan menggabungkan lembaga yang melakukan pekerjaan serupa dan menghilangkan lembaga yang telah menjadi disfungsional," tambahnya.

Upacara pelantikan presiden akan diadakan pada Senin jam 4 sore waktu setempat (1300GMT) di parlemen di ibukota Ankara.

Kemudian, upacara akan diadakan di kompleks kepresidenan untuk menandai transisi negara ke sistem pemerintahan presidensial.

Sumber: Anadolu Agency