Prabowo dan Elektabilitas Gerindra


[PORTAL-ISLAM.ID]  Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto akan menjadi play maker dan bertarung dengan Joko Widodo di Pilpres mendatang, bukan king maker seperti ramai diperbincangkan belakangan ini.

Pengamat politik dari Universitas Pelita Harapan, Emrus Sihombing meyakinkan, Prabowo bukanlah tokoh yang gampang menyerah.

"Prabowo seorang jenderal yang tidak mungkin kalah sebelum berperang. Saya lihat rekam jejak beliau, karier militer dan politik beliau serta kesehariannya. Prabowo tokoh yang pantang mundur," kata Emrus saat dihubungi di Jakarta.

Prabowo telah berhasil mendirikan, memimpin serta mengelola Partai Gerindra hingga menjadi tiga besar parpol dengan perolehan terbanyak di DPR. Mengalahkan partai besar dan berpengalaman, PDI Perjuangan dan Golkar. Bahkan Partai Demokrat dengan ketokohan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang sudah dua periode menjadi presiden. Gerindra mengumpulkan 14.760.371 (11,81 persen) suara atau 71 kursi (13 persen) kursi di parlemen.

Karena itulah, Emrus berpendapat, Prabowo tidak akan menjadi king maker yang berpotensi membuat Gerindra terpuruk di Pemilu Legislatif tahun depan.

"Ketokohan Prabowo telah melekat dengan Gerindra, jadi kalau Prabowo tidak maju dan menyerahkan tiket calon presiden kepada orang lain, ini akan menurunkan elektabitas Geridra di Pileg," ujar Emrus.

Isu Prabowo akan menyerahkan mandat capres kepada tokoh lain mencuat saat sejumlah kader Gerindra menyebut adanya sejumlah opsi capres-cawapres yang berpotensi menang di Pilpres 2019. Salah satu opsinya yaitu Prabowo menyerahkan mandat capres ke tokoh lain. Namun, tidak disebutkan kepada siapa mandat capres itu diserahkan.

Emrus menjelaskan, peluang Prabowo menang di Pilpres 2019 masih besar sebab elektabilitas Jokowi sebagai penantang masih kurang dari 50 persen.

"Tinggal bagaimana Prabowo dan koalisinya bisa memunculkan wakil yang bisa mendongkrak elektabilitas Prabowo. Sekaligus Prabowo dan wakilnya nanti bisa menghadirkan program-program masuk akal yang bisa diterima masyarakat," terangnya.

Menurut dia, Prabowo dan pasangannya serta tim sukses bisa membongkar kelemahan-kelemahan pembangunan Joko Widodo.

"Tentu dengan memberikan soliusi-solusi bila nanti mereka memimpin. Karena tidak ada pemimpin yang sempurna. Pasti ada kelebihan dan kekurangan di sana-sini," papar dia.

Sumber: rmol