PKS & Tenggelamnya TITANIC


Oleh: Ustadz Nandang Burhanuddin*

(1) Titanic, ilustrasi kapal megah yang akhirnya karam. Korban berjatuhan. Adakah orang-orang yang melubangi kapal? Tidak ada. Titanic karam, disebabkan banyak hal.

(2) Pertama: kesombongan. Kedua: Kapten kapal yang tak menggubris ancaman badai. Jangan lupa juga faktor penumpang yang tak dipersiapkan dengan emergency situation.

(3) Dr. Fathi Abdul Ward menulis berjudul "Billahi 'Alaik La Tukhriq Safinah AdDakwah" dikatakan: Jika dakwah adalah kapal, maka mereka yang melakukan pelanggaran, melabrak kaidah, atau melibas larangan adalah pembakar kapal dakwah.

(4) Mereka yang memproduksi fitnah, menyebarluaskan dusta, merekayasa cerita bohong, merusak kehormatan orang tak bersalah, mencederai nama baik tanpa bukti, menyebar hoax tanpa chek richek, mereka inilah perusak kapal dakwah.

(5) Mereka yang hobi ber-su'udzhon terhadap kaum Muslimin, memakan daging saudaranya dengan ghibah, merusak jalinan ukhuwwah dengan namimah, mereka hakikatnya pengkhianat dakwah.

(6) Banyak aktivis dakwah yang berbusa-busa mengkritisi kezhaliman rezim yang memenjarakan aktivis dakwah, tapi mereka sendiri melakukan hal sama tak jauh beda dari rezim diktator itu. Mereka ini sedang mengkaramkan dakwah.

(7) Mereka yang lihai mengarang cerita yang mereka bukan pelakunya, lalu secepat kilat menyebarluaskan berita yang belum terkonfirmasi dan belum diklarifikasi, mereka sedang membakar kapal dakwah.

(8) Mereka yang gemar membuat blunder jiwa dan kegaduhan susasana hati, mereka sedang membakar kapal dakwah. Kehadirannya bukan menyatukan shaf, malah menghancurkan. Ukhuwwah makin pudar. Janji setia kepada Allah dibelokkan hanya pada dirinya. Tak ada tuma'ninah. Jelas ciri perusak dakwah.

(9) Adapun yang tegar menjaga keselamatan kapal dakwah, mereka tetap kokoh dalam prinsip, teguh pendirian, terus memotivasi menyebar optimisme. Meneguhkan penumpang lain agar berpegang teguh dengan tali Allah. Tetap menjaga akhlak di tengah badai fitnah nan dahsyat.

(10) Allahumma arinal haqqa haqqan warzuqnat tibaa'ah. Wa arinal baathila baathilan warzuqnaj tinaabah.

Ahad, 9 Dzulqaidah 1439

___
Sumber: fb penulis