PKS Sodorkan Kombinasi Capres-Cawapres, Termasuk Opsi Anies-AHY


[PORTAL-ISLAM.ID] JAKARTA - Direktur Pencapresan DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Suhud Aliyudin mengatakan bahwa PKS akan menawarkan sejumlah format nama pasangan capres-cawapres kepada Partai Demokrat pada pekan depan nanti. Formatnya pasangan antara lain Anies Baswedan-Ahmad Heryawan hingga Anies-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Anies-Ahmad Heryawan bisa jadi opsi alternatif di tengah kebuntuan, karena kami melihat akan ada perubahan konstalasi. Akan disampaikan sebagai salah satu opsi. Jadi memang ada sejumlah opsi yang kami punya dan akan dikomunikasikan ke pihak Demokrat. Misal Anies-Ahmad Heryawan, Anies-AHY, Ahmad Heryawan-AHY. Itu kan kombinasi yang bisa kami ramu," kata Suhud usai diskusi di Warung Daun, Jakarta, Sabtu, 28 Juli 2018, seperti dilansir VIVA.co.id.

Ia menambahkan, Anies merupakan salah satu figur yang bisa diterima oleh semua kalangan. Oleh karena itu, faktor figur dibutuhkan menjadi Presiden ada di figur Anies.

"Di samping juga Pak Anies itu muncul namanya di internal Pemilu PKS selain nama Pak Gatot Nurmantyo dan Pak TGB," kata Suhud.

Ia mengatakan, sempat menanyakan kesiapan Anies sekitar dua pekan lalu. Namun ia melihat kecenderungannya Anies masih lebih ingin mengurus DKI Jakarta. Oleh karena itu Anies dianggap sementara ini cocok menjadi cawapres.

Terkait AHY, PKS menilai sebagai sosok yang punya kapasitas dan elektabilitas.

"Saya kira Beliau (AHY) punya kapasitas, punya kemampuan untuk menjadi cawapres. Kedua yang penting juga, elektabilitasnya kan tinggi. Itu sebuah kenyataan yang tak bisa dibantah bahwa Pak AHY punya elektabilitas tinggi dan menyasar pemilih milenial yang jumlahnya sangat besar. Saya pikir posisi Pak AHY pentingnya di situ," kata Suhud.

Sementara itu, Prabowo Subianto dalam pidato sambutan di acara Ijtima Ulama secara mengejutkan menyampaikan bahwa dirinya tidak harus jadi capres.

"Tapi kalau saya tidak dibutuhkan dan ada orang lain yang lebih baik, saya pun siap mendukung kepentingan umat dan rakyat Indonesia. Itu komitmen saya, bahwa dengan segala kekuatan saya dan Gerindra kita akan berjuang untuk kepentingan bangsa rakyat dan umat dan kedaulatan," kata Prabowo.

(Baca: Pidato Prabowo di Ijtima Ulama)