PKS Setuju Anies Capres, Yakin Menang Dengan Kerahkan Mesin Partai Yang Sudah Teruji


[PORTAL-ISLAM.ID] Presiden PKS Sohibul Iman menilai Anies Baswedan lebih pantas disodorkan menjadi capres (calon presiden) dibandingkan cawapres (calon wakil presiden).

Menurutnya, jabatan Gubernur DKI Jakarta yang diemban Anies saat ini sudah strategis di skala nasional. Sehingga Anies dianggap layak 'menyeberang' dari Balai Kota ke Istana.

"Gubernur itu hitungan kami dalam politik Indonesia DKI 1 sama dengan RI 3, bahkan sama dengan RI 2 (wapres), jadi posisinya sudah strategis," kata Sohibul ditemui di Gedung DPP PKS, Jakarta Selatan, Senin (9/7).

"Kalau Pak Anies harus ke nasional, saya katakan oke, tapi jangan Cawapres. [Lebih baik] Capres," tegasnya.

Sohibul meyakini peluang Anies menang sangat tinggi jika maju dalam bursa Pilpres 2019 mendatang.

"Kita gerakan mesin kita semua," katanya, seraya mengingatkan kembali kinerja mesin PKS yang berhasil turut mendorong Anies memenangi Pilgub DKI Jakarta 2017 silam. Dan terbukti kokoh di Pilgub Jabar dari nyang diprediksi 7% bisa meraih hampir 30%.

Namun Partai Gerindra sementara ini masih kukuh mengusung Prabowo Subianto untuk berkontes di Pilpres 2019. Anies disebut untuk posisi cawapres sekaligus untuk menengahi kepentingan koalisi partai politik pengusung.

"(Anies) salah satu yang disebut-sebut. Ada orang yang menyebut ada ini, ada itu. Salah satunya Anies," kata Sekretaris Jenderal Gerindra Ahmad Muzani kala ditemui di Gedung DPR RI, Senin (9/7).

Muzani mengatakan opsi mendorong gubernur DKI Jakarta ini masih dalam perdebatan di dalam parpol pengusung Prabowo. Ia pun mengaku nama Anies telah bergaung cukup lama dalam bursa capres dan cawapres dari koalisi Gerindra-PKS-PAN.

Ia mengatakan Gerindra berusaha memahami kehendak PAN dan PKS yang masing-masing ingin menyodorkan kader terbaiknya sebagai cawapres Prabowo. Pasalnya, menurut Muzani, Pilpres 2019 nanti bakal berpengaruh pada dengan pemilihan legislatif yang digelar secara bersamaan.

Masalahnya saat ini, baik PKS maupun PAN punya kandidat yang cukup beragam untuk disodorkan. Muzani berpandangan perlu ada penerimaan yang baik dari masing-masing partai jika akhirnya terpilih cawapres dari salah satu partai.

Untuk hal ini, Gerindra mengaku butuh waktu. Dan, sambungnya, Anies diperkirakan bisa menjadi jalan tengah dari kebuntuan yang mungkin terjadi meski masih perlu kajian lebih jauh.

"Itu yang sedang kita cek bisa enggak untuk jadi jalan tengah. Tapi kita tunggu kan masih ada waktu," pungkas Muzani.

Masa pendaftaran capres dan cawapres mulai dibuka Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 4-10 Agustus 2018. (CNNIndonesia)