PETRAL Sudah BUBAR, Subsidi SUDAH DICABUT, Pertamina Tetap RUGI, LetJen (Purn) Suryo Prabowo: Ini Kan = BOHONG & NIPU!


[PORTAL-ISLAM.ID]  Kabar akan dilakukannya pelepasan asset Pertamina kepada pihak swasta seperti yang tertuang dalam surat  yang ditandatangani Menteri BUMN akhir Juni lalu telah memicu kontroversi publik.

Setidaknya ada empat langkah yang disetujui Rini melalui surat tersebut. Keempat langkah itu ialah share-down aset-aset hulu selektif, spin-off Unit Bisnis IV Cilacap dan Unit Bisnis RU V Balikpapan, melakukan investasi tambahan dalam memperluas jaringan penjualan bahan bakar minyak (BBM), serta meninjau ulang kebijakan perusahaan yang dirasa bakal berdampak. 

Dalam keterangannya kepada media, Kamis, 19 Juli 2018, pengamat bidang energi dari Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, Fahmy Radhi mengatakan, aksi korporasi untuk share down aset seperti yang tertera dalam surat Rini memang penjualan sebagian saham kepada swasta, tetapi dibatasi maksimal 39 persen. Sedangkan spin off lebih kepada penggabungan anak-anak perusahaan. 

Hal ini perlu dilakukan mengingat saat ini Pertamina tengah berjuang menghadapi kondisi keuangan yang tidak menggembirakan. 

Mengacu pada laporan keuangan perseroan dua tahun terakhir, misalnya, laba bersih yang berhasil dibukukan memang menyusut. Di sepanjang Januari-September 2017, Pertamina hanya mencatatkan laba bersih sebesar 1,99 miliar dolar AS. Padahal pada periode yang sama di tahun sebelumnya, laba bersih yang mereka raup tercatat 2,83 miliar dolar AS atau turun 29,6 persen.

Kocar kacirnya laba Pertamina ini tak terlepas dari beban operasional yang diberikan pemerintah kepada Pertamina. Sejumlah beban operasional yang dimaksud ialah permintaan untuk tidak menaikkan harga BBM jenis premium dan solar di tengah tren harga minyak yang terus meningkat, penugasan pendistribusian BBM PSO (public service obligation), serta penugasan untuk menyediakan BBM satu harga di seluruh wilayah Indonesia. 

Kondisi Pertamina ini pun mendapat perhatian serius dari Mantan Kepala Staf Umum TNI, LetJend Suryo Prabowo.

"katanya petral bubar kita untung Rp 250 milyar/hari, subsidi BBM dicabut Pertamina makin sehat, tapi udah jalan 4 tahun koq asetnya malah mau dijual ?

ini kan = BOHONG & NIPU@KemenBUMN @pertamina," cuitnya melalui akun @marierteman.

Berikut tanggapan warganet lainnya.