MAKJLEB! Fahri Hamzah: Bagaimana RI Maju Kalau Pemimpinnya Empot-Empotan?


[PORTAL-ISLAM.ID]  Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah berbicara soal sosok pemimpin untuk tahun 2019 nanti. Fahri mengatakan sosok pemimpin yang bisa memajukan Indonesia harus memiliki intelektual seperti presiden pertama.

"Yang jadi presiden kita itu yang terbaik dong, yang jago dong standar presiden kita itu seperti Soekarno gitu dong raksasa intelektual dunia," kata Fahri, Selasa, 3 Juli 2018.

Fahri mengatakan pemimpin Indonesia harus mampu membawa negaranya maju, dan mampu mengangkat kejayaan negaranya. Menurutnya, pemimpin saat ini empot-empotan, maksudnya empot-empotan adalah karena tidak bisa membawa kemajuan atau kejayaan pada Indonesia.

"Ini enggak, susah kita Indonesia gimana mau maju? kalau pemimpinnya empot-empotan nggak bisa mengangkat sayap republik, republik bisa terbang tinggi, kalau sekarang kan nggak bisa," ujar Fahri.

Kemudian Fahri membicarakan soal pemilihan presiden mendatang, terkait dengan gugatan presidential threshold atau ambang batas pengajuan calon presiden yang diatur dalam Pasal 222 Undang-undang Nomor 7 Tahun 2019 yang sedang bergulir di Mahkamah Konstitusi.

"Saya sendiri berkepentingan supaya masyarakat banyak kandidat. Kalau saya inginya pilpres kita seperti pilpres di Amerika, wah nanti debatnya banyak," lanjut Fahri.

Fahri juga menginginkan agar kandidat Pilpres 2019 nanti seperti debat di Amerika.

“Kalau bisa durasi debatnya di perpanjang. Jika perlu diberikan waktu satu tahun untuk para kandidat berkeliling Indonesia dan mengadakan debat di kampus-kampus besar di seluruh Indonesia,” paparnya.

Dengan begitu, kandidat akan mengetahui setiap masalah dari seluruh pelosok Indonesia dan masyarakat pun dapat memiliki penilaian sendiri pada setiap kandidat.

"Bila perlu setahun itu prosesnya. Wah kandidat partai-partai berkeliling Indonesia dari sabang sampai Merauke, berkeliling di kampus-kampus besar di daerah itu debat. Misalnya di Aceh, dia berdebat tentang masa depan Aceh, di Papua di Universitas Cendrawasih kandidat dapat berdebat tentang masa depan pengelolaan papua masa depan tambang dan sebagainya," pungkasnya.

Sumber: Rimanews