Karir Meteor Menantu Hendropriyono di Era Jokowi, Andika Perkasa Kini Jadi Pangkostrad


[PORTAL-ISLAM.ID] Letjen Andika Perkasa dipromosikan menjabat Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad). Andika menggantikan Letjen Agus Kriswanto yang dimutasi sebagai Pati Mabes TNI AD dalam rangka pensiun.

Pergantian tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/673/VII 2018 tanggal 13 Juli 2018 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan TNI.

Sepak terjang karier menantu mantan Kepala BIN AM Hendropriyono itu semakin cemerlang di era Presiden Jokowi.

- Di era Presiden Jokowi, Brigadir Jenderal Andika Perkasa dipromosikan menjadi Komandan Paspampres. Dengan jabatan baru ini, ia juga mendapatkan kenaikan pangkat menjadi Mayor Jenderal.

Lulusan Akademi Militer 1987 ini resmi bertugas pada 23 Oktober 2014, tiga hari setelah pelantikan Joko Widodo sebagai Presiden Republik Indonesia 2014-2019. Dia mengemban jabatan itu setelah Panglima TNI Jenderal Moeldoko menerbitkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/760/X/2014 tertanggal 14 Oktober 2014. (Moeldoko sekarang jadi orang penting Istana)

- Tak sampai di situ, Andika kemudian diangkat menjadi Komandan Kodiklat TNI-AD pada 15 Januari 2018. Pada jabatan baru ini, pangkatnya sekaligus naik menjadi Letnan Jenderal.

Pada awal Januari 2018, TNI kembali memutasi sejumlah perwiranya. Jumlah perwira yang terkena mutasi relatif tidak besar dibanding mutasi-mutasi sebelumnya. Meski kecil dari segi kuantitas, tetapi mutasi kali ini tetap penting untuk dicatat karena dua entri yang menyertainya, yakni promosi bagi Mayjen TNI Andika Perkasa (Akmil 1987) dan pergantian Panglima Kostrad.

Kalangan TNI secara verbal selalu menghindari alasan politis dalam promosi seorang perwira. Namun kini argumentasi tersebut sedikit goyah sehubungan promosi Mayjen Andika Perkasa. Pada jabatan yang baru, yakni Komandan Kodiklat AD, pangkat Andika akan naik menjadi letnan jenderal (letjen). Dengan demikian Andika akan menjadi perwira paling senior di generasinya. Bahkan pada Akmil angkatan 1985, belum ada lagi yang mencapai pangkat setinggi itu setelah Letjen Edy Rahmayadi resmi pensiun (dini).

Tidak bisa tidak, publik akan selalu menghubungkan promosi Andika dengan faktor kekerabatan. Ia menantu Hendropriyono (Akmil 1967), figur purnawirawan yang masuk "inner circle" Presiden Jokowi dan kebetulan juga Komandan Kodiklat AD pertama. Pandangan seperti itu tak bisa dihindari karena di era Jokowi ini karier Andika melesat bak meteor. Sementara di era presiden sebelumnya, nama Andika nyaris tak terdengar.

(Saat Pilpres 2014)

Penjelasan singkat bisa diberikan sebagai berikut. Seorang kolonel (khususnya matra darat), bila sudah pernah mengikuti pendidikan setingkat Seskoad, Sesko TNI, dan kemudian sempat menjadi Danrem, sudah memenuhi syarat untuk menjadi jenderal, dan sejatinya tinggal menunggu waktu saja untuk masuk jajaran perwira tinggi (brigjen).

Cuma masalahnya, promosi seperti itu tidak bisa berjalan secara otomatis, mengingat pos untuk brigjen sangat terbatas, tidak sebanding jumlah kolonel yang ada.

Itulah sebabnya di lingkungan TNI sudah biasa dengan fenomena “nasib baik”, karena memang begitulah adanya. Bila seorang perwira dipromosikan karena faktor "nasib baik," segenap koleganya bakal memahami dan jarang sekali muncul protes, karena itu sudah jadi kewajaran. Dan salah satu perwira yang beruntung hari ini adalah Andika Perkasa, setelah sebelumnya Marsekal Hadi Tjahjanto, yang diketahui memiliki hubungan pribadi sangat dekat dengan Presiden Jokowi.

- Sekitar enam bulan kemudian, pada 13 Juli 2018, Andika kembali mendapatkan promosi. Ia diamanahi untuk menjabat Pangkostrad.

___
*Referensi:
https://kumparan.com/@kumparannews/sepak-terjang-letjen-andika-perkasa-jadi-pangkostad-27431110790545424
https://tirto.id/jalan-terjal-andika-perkasa-menantu-hendropriyono-ke-kursi-ksad-cCW4
https://nasional.tempo.co/read/614707/siapa-andika-perkasa-komandan-paspampres-jokowi
https://id.wikipedia.org/wiki/Andika_Perkasa