Jokowi Sebut Politik Dikompori, Sandiaga: Kompor Itu Diperlukan


[PORTAL-ISLAM.ID]  Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno angkat bicara soal sindiran politikus 'kompor' yang disebut Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya, politikus 'kompor' memang diperlukan.

"Kita tanggapi dengan positif, ya, bahwa kompor itu diperlukan, bahwa kalau kita melakukan kritik yang membangun. Dan Gerindra itu sangat positif mengkritik. Kita berikan kritik juga solusi," kata Sandiaga saat ditemui di Perpusatakaan Nasional, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Ahad, 15 Juli 2018.

Misalnya soal kritikan pelemahan ekonomi. Gerindra selalu menitikberatkan soal penciptaan lapangan kerja dan biaya bahan pokok.

"Masalah ekonomi ini Pak Prabowo menyampaikan seruan kepada seluruh komponen bangsa bahwa ekonomi kita dalam situasi mengkhawatirkan. Lapangan kerja susah didapat, ekonomi stagnan, rupiahnya melemah, akhirnya ada inflasi yang diakibatkan oleh dolar yang meningkat. Kita sudah melihat nanti inflasi ikut-ikutan dari cabai dan komunitas yang lain," papar Sandiaga.

Namun, Sandiaga mengklaim usai mengkritik Gerindra selalu memberikan solusi. Seperti di Jakarta di mana Pemprov DKI berupaya menciptakan lapangan kerja dengan program OK OCE, serta berupaya menstabilkan harga pangan.

"Saya langsung bergerak berbicara dengan Pak Menteri Pertanian. Pak Menteri Pertanian bilang, 'Pak Sandi apa programnya, kita dukung'," ujar Sandiaga.

"Kita sudah lihat, terbukti di Jakarta lapangan kerjanya sudah tercipta, biaya hidupnya sudah terjangkau. Kita ingin seluruh Indonesia akan merasakan semangat itu, merasakan wujud realisasi dari program itu," imbuhnya.

Sandiaga berpandangan kemunculan politikus 'kompor' bukan sesuatu yang buruk. Justru, menurutnya, politikus 'kompor' merupakan bukti dinamika demokrasi di Tanah Air.

"Nah ini adalah sebuah dinamika yang menurut saya sangat sehat di politik kita di mana kompor itu diikuti dengan panci dan panci diikuti lauk-lauk dan makanan yang akhirnya bisa dimakan bersama. Itu menurut saya yang diinginkan oleh Pak Jokowi dan kami juga sangat melihat ini sebagai suatu inovasi, terobosan dan demokrasi baru seperti dikutip di buku tadi, fokus ke depan ekonomi," terangnya.

Sandiaga sendiri menyebut Gerindra tak merasa sindiran Jokowi ditujukan ke mereka. Justru dengan sindiran itu, Gerindra semakin mantap untuk mengkritik.

"Saya nggak merasa tersinggung. Saya justru merasa termotivasi dan terima kasih Pak Presiden menyampaikan itu dan ini mengajarkan teman-teman kita di Gerindra untuk berkomentar secara konstruktif," tutur Sandiaga.