JANJINYA Tak Bagi-bagi Kursi, NYATANYA Di Zaman Jokowi Banyak Jabatan Strategis Diisi Pendukung dan Kerabat


[PORTAL-ISLAM.ID] Janji Jokowi yang tidak akan bagi-bagi kursi jabatan di kampanye pilpres 2014 kemarin, tampaknya harus ditelan kembali ludahnya. Hal tersebut terbukti dengan adanya bagi-bagi kursi kepada orang dekatnya di beberapa BUMN strategis negeri ini.

Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria mengkritik pengangkatan Jubir Presiden Ali Mochtar Ngabalin sebagai Komisaris BUMN PT Angkasa Pura I.

Riza mengatakan, pemerintah memang memiliki hak untuk menempatkan siapa pun sebagai komisaris BUMN. Namun, seharusnya pemerintah menempatkan tenaga profesional yang mampu meningkatkan produktivitas badan usaha.

"BUMN ini kan menjadi perusahaan milik negara yang diharapkan memberi kontribusi positif, meningkatkan produktivitas," ujar Riza saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (20/7/2018), seperti dilansir Kompas.

"Nah di tengah masalah BUMN harusnya pemerintah menempatkan orang-orang yang terbaik di jajaran direksi dan jajaran komisaris," ucapnya.

Menurut Riza, jabatan komisaris di BUMN merupakan jabatan publik yang seharusnya diisi oleh kalangan profesional, bukan jabatan politik. Ia menilai jika jabatan komisaris BUMN dijadikan sebagai sarana membagi kekuasaan, maka hal itu akan berdampak negatif pada produktivitas BUMN itu sendiri.

"Hendaknya jabatan-jabatan itu diisi oleh profesional bukan bagi-bagi kekuasaan, bukan bagi-bagi kue. Kalau yang dilakukan bagi-bagi kekuasaan karena teman, saudara, kerabat, kroni dan sebagainya, maka yang hancur bukan hanya BUMN, maka bangsa ini akan hancur," kata Riza.

Ia juga mengkritik banyaknya jabatan strategis, seperti komisaris dan jajaran direksi BUMN, yang diisi oleh orang-orang yang dianggap telah mendukung pemerintah.

Oleh sebab itu ia berharap pemerintah lebih mempertimbangkan faktor profesionalisme dalam mengisi jabatan-jabatan strategis.

"Kita coba lihat di zaman Jokowi ini, banyak sekali jabatan-jabatan strategis seperti itu diisi karena pendukung, kerabat, diisi karena pengamat yang selama ini mendukung pemerintah," tuturnya.

Ali Mochtar Ngabalin diangkat menjadi anggota Dewan Komisaris PT Angkasa Pura I menggantikan anggota yang lama, Selby Nugraha Rahman. Keputusan itu dilakukan oleh Kementerian BUMN melalui pengumuman perubahan susunan Dewan Komisaris AP I, Kamis (19/7/2018).

Bukan kali ini saja Jokowi bagi-bagi jabatan.

Sejumlah nama Tim Sukses dan pendukung Jokowi yang menjadi komisaris BUMN di antaranya adalah Iman Sugema yang merupakan relawan pada Pilpres 2014. Iman pernah ditunjuk menjadi komisaris utama PT Perusahaan Gas Negara dan komisaris PT BTN.

Kemudian, ada juga Paiman Rahardjo. Mantan Sekretaris Jenderal Rumah Koalisi Indonesia Hebat itu diangkat menjadi komisaris PGN.

Nama lainnya adalah Diaz Hendropriyono, yang ditunjuk menjadi komisaris PT Telkomsel. Putra mantan Kepala BIN Hendropriyono itu memang dikenal sebagai relawan Kawan Jokowi pada Pilpres 2014.

Link: https://nasional.kompas.com/read/2018/07/20/20284451/di-zaman-jokowi-banyak-jabatan-strategis-diisi-pendukung-dan-kerabat

ADA LAGI...

- Cahaya Dwi Rembulan Sinaga (Kader PDIP, Tim Transisi Jokowi) Komisaris Bank Mandiri
- Pataniari Siahaan (Kader PDIP) Komisaris BNI
- Sonny Keraf (Kader PDIP) Komisaris BRI
- Fadjroel Rahman Komisaris Utama PT Adhi Karya