Israel Kewalahan Atasi Serbuan Layang-layang Api, Rapat Kabinet Netanyahu Perintahkan Serbuan Militer

[Kebakaran hebat akibat Layang-layang Palestina di wilayah Sderot, kota di bagian barat Negev, Distrik Selatan, jajahan Israel, dengan jumlah penduduk sebesar 24.000 jiwa]

[PORTAL-ISLAM.ID] Layang-layang dan balon api yang sederhana dan yang tak pernah terpikirkan sebelumnya, ternyata bisa menjadi senjata yang mengguncang si penjajah Zionis la'natullah.

وَلِلَّهِ جُنُودُ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضِ‌ۚ

"Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi.." [QS Al-Fath: 4]

Dewan kementerian Israel urusan politik dan keamanan (cabinet) menugaskan militer untuk menanggulangi serangan layang-layang dan balon api dari Gaza.

Stasiun TV Israel Canel 2 menyebutkan (15/7/2018), para anggota kabinet yang dipimpin Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mendengarkan laporan pihak militer terkait serangan layang-layang dan balon api dari Gaza, dan akhirnya menugaskan militer untuk menanggulangi fenomena ini menggunakan kekuatan.

Menurut Canel 2 Israel, diputuskan dalam rapat kabinet untuk melakukan serangan militer untuk menanggulangi fenomena balon api di permukiman sekitar Gaza, dalam rangka mengakhiri serangan yang telah berlangsung sejak 30 Maret 2018 lalu dalam aksi massal rakyat Palestina 'The Great Return March'.

Benjamin Netanyahu menyatakan, pengetatan blokade Gaza akan ditempuh, sebagai langkah awal menutup perlintasan dagang Karem Abu Salim, satu-satunya perlintasan di Selatan Gaza, sebagai respon atas serangan layang-layang dan balon api terhadap permukiman zionis di sekitar Gaza.

Serangan Layang-layang Api Meningkat


Situs 0404 Israel menyebutkan, jumlah kebakaran di permukiman Israel di sekitar Gaza meningkat mencapai 17 titik sejak pagi hari.

Kebakaran ini, merupakan respon dari kebijakan kabinet Israel untuk mengakhiri fenomena layang-layang dan balon api yang diluncurkan dari Gaza.

Para pemuda Palestina di Gaza, berhasil mengubah layang-layang dan balon api, menjadi sarana perlawanan rakyat dalam menghadapi penjajah Israel. Layang-layang dan balon api diikat dengan sebuah kotak dari logam berisi kain yang dilumuri bahan bakar, dan ditaruh di ekor layang-layang dan balon, kemudian dibakar dan diarahkan menggunakan benang, ke lahan pertanian dekat kawasan militer Israel.

Layang-layang dan balon api tersebut memicu kebakaran luas di area pertanian gandum, dan membakar ratusan acre kawasan hutan, yang membuat kerugian materil cukup besar di kalangan Israel.

Para peluncur layang-layang dan balon api ingin menggugah dunia terhadap penderitaan Gaza yang berada di bawah blockade Israel sejak 12 tahun lalu, yang menyebabkan buruknya situasi kehidupan dan krisis di Gaza.

20 pesawat kertas tiap hari

Sementara itu surat kabar Yedeot Aharonot mengatakan bahwa pesawat kertas dan balon yang diterbangkan dari Jalur Gaza meningkat dari 10 menjadi 20 buah setiap harinya. Hal ini jelas menambah luas lahan pertanian yang terbakar di permukiman-permukiman Yahudi di pinggiran Jalur Gaza.

Laporan dari saluran TV2 Zionis memperkirakan bahwa luas lahan pertanian yang terbakar akibat pesawat kertas ini setara dengan seperempat luas lahan yang ditanami di perbatasan dengan Jalur Gaza.


Laporan itu mengutip pernyataan walikota Negev bagian barat, Danny Ben David, yang menyatakan bahwa "layang-layang api tersebut telah menyebabkan kehancuran ribuan hektar, senilai ratusan ribu syekel Israel". Dia menggambarkan kerugian ini sebagai "perang sesungguhnya". Dia mengatakan, "Tentara Israel tidak memiliki sarana untuk menghadapinya.”

Sabtu lalu media Israel mengatakan bahwa pesawat-pesawat kertas ini untuk pertama kalinya sudah sampai ke Nagev barat sejauh 16 kilometer dari Jalur Gaza. Ini adalah jarak yang pernah dijangkau oleh roket perlawanan palestina sebelumnya yang dihadang oleh sistem pertahanan rudal Israel Kubah Besi.

Gelombang kerugian semakin menyebar hingga menimpa produksi madu. Menurut surat kabar "Israel Hume”, Selasa (19/6/2018), 100 sel petani lebah "Israel" di pinggiran Gaza rusak akibat kebakaran yang disebabkan oleh layang-layang api yang diterbangkan dari Jalur Gaza.

Surat kabar itu mengatakan, sel-sel ini seharusnya bisa diproduksi selama dua bulan terakhir yang bisa menghasilkan antara 3-5 ton madu, tetapi dengan kebakaran yang terjadi, kerugian diperkirakan mencapai ratusan ribu syekel.

Disebutkan bahwa mayoritas permukiman "Israel" yang bersebelahan dengan Jalur Gaza, pada dasarnya adalah permukiman pertanian, memiliki lahan pertanian yang luas dan mudah terbakar, penjajah Zionis menderita kerugian besar sejak munculnya pesawat-pesawat kertas ini di langit Jalur Gaza. (PIP)

[Video - Kebakaran hebat akibat Layang-layang Palestina di wilayah Sderot, kota di bagian barat Negev, Distrik Selatan, jajahan Israel, dengan jumlah penduduk sebesar 24.000 jiwa]