Harga Telor Naik Tinggi Mencapai Rp30 Ribu/kg, Rakyat Suruh Nelor Sendiri?


[PORTAL-ISLAM.ID] Harga telor ayam terus merangkak naik. Di beberapa daerah harganya menembus Rp 30 ribu per kilogram. Netizen ribut. Ada juga yang berkelakar: kalau harga mahal begini, apa warga disuruh nelor sendiri?

Di sejumlah pasar di Jakarta, di antaranya Pasar Kebayoran Lama, Palmerah dan Kramat Jati, harga telor berkisar Rp 28 ribu hingga Rp 32 ribu per kg. Menurut seorang pedagang di Pasar Kebayoran Lama, Endah, harga telor terus merangkak setelah Idul Fitri. Mulai dari Rp 26 ribu hingga Rp 30 ribu. Bahkan, beberapa pedagang menjual telor Rp 32 ribu per kg.

Apa yang menyebabkan harga telor naik? Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyebut penyebabnya kenaikan harga pakan. "Jadi karena bahan pakan tinggi," ujarnya saat ditemui di Gedung Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Selasa (10/7) kemarin.

Dan harga pakan naik akibat dolar terus naik.

Dewan Pembina Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT) Sudirman mengatakan, kenaikan harga pakan dipengaruhi naiknya nilai tukar dolar AS terhadap rupiah.

Kenaikan harga telor ini menuai reaksi dari netizen. Kebanyakan dari mereka mempertanyakan kinerja pemerintah Jokowi dengan kenaikan tersebut.

"Gila enggak harga telor saja meroket sampai Rp 28 ribu per kg padahal 24 Juni masih Rp 22 ribu/kg, jangan kebanyakan pencitraan, ini kebutuhan pokok yg harganya harus segera dikendalikan, jangan suruh kami bertelor sendiri pak," ujar @CakKhum


"Harga telur mahal. Biasanya yang sudah-sudah, menteri kabinet Presiden Jokowi bakal menyarankan yang anti mainstream, misalnya warga disuruh bertelor sendiri. Ingat aja dulu Mendag sama Mentan waktu harga cabe sama daging mahal," kicau @AlsNugrahaa.

"Mungkin ayam-ayam mulai ikut-ikutan stress lihat negara ini, jadi agak sulit bertelur. Pasokan telur agak berkurang. Mudah-mudahan kita gak disuruh bertelur sendiri kalau protes soal harga telur ke Mendag," cuit @florielicious serupa dengan @sakhroniahmad1. "Telor biasanya di bawah Rp 20 ribu, kini tembus Rp 30 ribu per kilo. Jangan tanya menteri, nanti disuruh bertelor sendiri," cuitnya.

Akun @jacksuketi juga lagi nunggu menteri menyarankan rakyat disuruh bertelur sendiri seperti pernyataan pejabat yang sudah-sudah menanggapi mahalnya harga bahan pokok. "Harga daging mahal, disuruh makan keong sawah. Harga cabe mahal, disuruh tanam sendiri. Harga telur ayam mahal, disuruh bertelur sendiri. Nanti kira-kira statemen kayak begitu gak ya?" kicaunya



Sekadar mengingatkan, Januari 2017 saat harga cabe rawit merah menembus Rp 90 ribu per kg, Menteri Perdagangan Enggar menyarankan masyarakat menanam cabe sendiri. "Tanam sendiri cabe, kita ada solusi yang tidak ilmiah," ujarnya saat itu.

Enggar juga pernah menyarankan masyarakat tak memakan bawang ketika harganya naik menjadi Rp 60 ribu per kg pada April 2017. "Tidak usah makan bawang putih, gampang kan?" selorohnya.

Yang juga tak kalah nyeleneh adalah Mentan Andi Amran Sulaiman. Dia memberi solusi bagi masyarakat untuk mengganti daging sapi yang harganya mahal. Ganti dengan apa? Keong sawah alias tutut.

"Jangan salah keong sawah itu protein tinggi, lebih bagus dari daging. Apalagi daging mahal," ujar Amran, 4 Desember 2017 saat inspeksi dadakan Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta. Pernyataan Amran sontak mengundang tawa seisi ruangan pertemuan PT Food Station Cipinang.

Ada juga pejabat yang bilang 'cabut meteran' saat tarif listrik naik.