Dinasehati Jangan Maju Caleg PDIP, Kapitra Malah Nantang Siap Jenazahnya Dibakar Kalau Mati


[PORTAL-ISLAM.ID] Hubungan eks pengacara Habib Rizieq Syihab, Kapitra Ampera dengan Persaudaraan Alumni (PA) 212 tampaknya segera berakhir. Hal ini disebabkan keputusan kontroversial Kapitra yang maju sebagai caleg dari PDIP. PA 212 secara blak-blakan bahkan telah lepas tangan dan tidak ingin dikait-kaitkan lagi dengan Kapitra.

"Sahabat-sahabat (PA 212) sudah lepas tangan atas ulahnya yang memang dari awal suka nyeleneh dengan membawa- bawa nama Habib Rizieq, padahal Habib Rizieq sudah lama tidak percaya (Kapitra)," ujar juru bicara PA 212, Novel Bamukmin ketika dihubungi, Jumat (20/7), seperti dilansir kumparan.

Bahkan ketika dinasehati, Kapitra malah balik menantang dan tetap ngotot dengan keputusannya yang maju sebagai caleg dari PDIP. PA 212 juga sudah tabayun atau mengklarifikasi langsung kepada Kapitra terkait ia maju sebagai caleg dari PDIP.

"Dan sampai pagi tadi saya masih nasehatin dengan surat At-Taubah ayat 8 yaitu sanksi terhadap orang munafik (yang membela pendukung penista agama dan kriminalisasi ulama) adalah haram untuk disholati kalau sudah mati. Dia malah menantang "siap dibakar jenazahnya" itu kata dia," tutur Novel Bamukmin.

Sebelumnya, Kapitra membeberkan alasannya maju sebagai caleg dari PDIP karena keinginannya membela umat Islam dari luar dan dalam pemerintahan. Di Pileg 2019, Kapitra akan bertarung untuk dapil Riau II.

Sumber: Kumparan

(Baca: Jadi Caleg PDIP, PA 212: Kapitra Telah Berkhianat, Omong Kosong Mau Mewarnai Islam di PDIP)