Aden Achmad, Caleg Inspiratif Pejuang Difabel Yang Diusung PKS


[PORTAL-ISLAM.ID] JAKARTA - Waktu pendaftaran para calon anggota legislatif pusat dan daerah ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) berakhir pada Selasa (17/7/2018) kemarin.

Diantara caleg yang mencuri perhatian salah satunya adalah pejuang difabel yang bernama Aden Achmad yang menjadi caleg PKS untuk DPRD Jawa Barat.

Menurut Sekum DPW PKS Jabar, Abdul Hadi, Aden maju dari wilayah pemilihan Dapil 1 meliputi Bandung dan Kota Cimahi.

"Alhamdulillah beliau salah satu bakal calon anggota DPRD Provinsi Jabar," beber Hadi, Selasa (17/7), seperti dikutip kumparan.

Keputusan PKS memajukan Aden tak sembarang pilih. Aden adalah sosok teladan dari keterbatasannya. Diharapkan dia bisa memperjuangkan aspirasi penyandang disabilitas.

"Beliau diamputasi sejak lahir, dan berprestasi luar biasa di dunia disabilitas. Beliau aktif di divisi advokasi NPCI Kota Cimahi" urainya.

Aden, sehari-hari membuka usaha. Dia menjual peralatan terkait kursi roda.

"PKS ingin menunjukkan bahwa keberpihakan terhadap disabilitas bukan hanya retorika, tapi dengan mencalonkan representasi mereka sebagai legislator," tutur Abdul Hadi.

PKS berharap Aden bisa terpilih dan memperjuangan aspirasi masyarakat, khususnya masyarakat Jawa Barat.

Keterbatasan fisik nyatanya bukan penghalang untuk memperjuangkan sesama. Aden Achmad (51), sosok yang mengalami difabel (different ability) sejak lahir ini memiliki alasan mulia untuk maju calon anggota legislatif.

"Saya ingin memperjuangkan hak penyandang disabilitas Jawa Barat khususnya dan Indonesia umumnya, yang masih terhimpit diskriminasi," ungkap Aden, Selasa (17/7/2018).

Seperti para calon anggota legislatif lainnya, Aden juga mempersiapkan berkas persyaratan yang harus dipenuhi. "Alhamdulillah segala persyaratan sudah saya jalani sendiri," tuturnya.

Putus asa nyatanya tidak ada dalam kamus hidup Aden. Alih-alih berniat mengundurkan diri, aktivis hak asasi manusia (HAM) difabel Bandung Raya ini malah ingin berjuang secara total lewat Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

"Alhamdulillah tidak. Karena saya ketika dari awal ditawari oleh PKS untuk jadi caleg, saya sudah siap all out. Seandainya ini izin Allah, saya harus semangat maju untuk berjuang di parlemen untuk adanya perubahan demi kesetaraan hak difabel," ungkap pria yang baru menikah empat tahun ini.