WADUH! Sandiaga UNGKAP Ada Survey Coba Bangun Opini Buruk Sudirman-Ida


[PORTAL-ISLAM.ID]  Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno menduga ada pihak yang ingin menjegal pasangan calon gubernur Jawa Tengah Sudirman Said-Ida Fauziyah di Pilgub Jateng 2018 melalui hasil survei.

Pernyataan Sandi merespons hasil survei terbaru dari Charta Politika yang menyatakan Sudirman-Ida kalah telak dari Ganjar-Yasin.

"Seperti waktu di DKI dulu [pilgub 2017], di akhir-akhir perjuangan itu ada yang mencoba membangun opini dengan merilis survei-survei," kata Sandi saat ditemui usai acara buka bersama wartawan Balai Kota di Jakarta Pusat, Senin 11 Juni 2018 malam.

Dalam survei yang dirilis pada Kamis 7 Juni 2018 lalu, elektabilitas Sudirman-Ida hanya berada di angka 13,6 persen. Sementara pesaingnya unggul jauh dengan 70,5 persen.

Survei ini dilakukan pada 23-29 Mei 2018 dengan metode wawancara tatap muka secara langsung dan menggunakan kuesioner terstruktur. Survei dilakukan kepada 1.200 responden dengan margin of error 2,83 persen serta tingkat kepercayaan 95 persen.

Hasil ini tidak berbeda jauh dengan survei Indikator Politik Indonesia pada 12-21 Maret 2018. Sudirman-Ida hanya memiliki elektabilitas 21 persen, sedangkan Ganjar-Yasin melesat ke angka 72,4 persen.

Survei itu dilakukan terhadap 820 responden yang dipilih dengan metode multistage random sampling. Toleransi kesalahan 3,5 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Selaku juru kampanye Sudirman-Ida, Sandi menegaskan hasil survei tersebut tak menyurutkan semangat tim pemenangan paslon tersebut. Mereka akan menggenjot pekerjaan menuju Hari-H pencoblosan pada 27 Juni.

Sandi mengatakan tim pemenangan Sudirman-Ida memiliki survei sendiri dan diklaim menunjukkan pergerakan yang signifikan. Namun mereka enggan merilis hasil survei itu karena hanya jadi pertimbangan internal saja.

"Ada pertumbuhan yang sangat signifikan, khususnya masalah korupsi. Pak Dirman dianggap jadi sosok sentral dalam membenahi korupsi yang ada di status darurat di Jawa Tengah," ujar Sandi.

Sumber: CNN