Ustadz Abrar Rifai: PKS Salah Ijtihad di Pilgub Jatim


PKS Salah Ijtihad!

Oleh: Ustadz Abrar Rifai*
(Kader Inti PKS, Lawang, Malang, Jatim)

“Woy, bangun woooooy! Ini PKS sudah akur dengan PDIP, sudah bersedia koalisi untuk memenagkan Gus Ipul-Puti, lha kok kadernya masih belum sadar juga?” demikian tulis seorang gus pendukung Gus Ipul - Puti di sebuah grup WA yang kami ikuti.

Secara kebetulan memang di grup tersebut ada beberapa kader PKS yang berseberangan dengan pilihan partainya. Sebagaimana diketahui bahwa untuk Pilgub Jatim kali ini PKS mendukung pasangan nomer 2, Saifullah Yusuf dan Puti Soekarno Putri. Walau untuk pilihan tersebut, PKS harus menyalahi kesepakatan aliansi ummat Islam, alumni 212 yang telah bertekad: PDIP harus ditenggelamkan!

Secara sabar, saya ladeni teriakan di atas, bahwa apapun alasannya, siapapun calonnya, selagi ada PDIP disitu, kita tidak akan dukung. Diskusi berlangsung gayeng. Alasan rasional atau pun emosional, saya kemukakan. Termasuk alasan-alasan yang disampaikan PKS kepada kader, simpatisan dan konstituennya, kenapa harus pilih Gus Ipul - Puti? Saya coba bantah, sejauh yang saya tahu, sejauh minda saya mampu berpikir.

Secara emosional, jangankan Gus Ipul yang dicalonkan PKS, walau bapak atau anak saya sekalipun, kalau ada PDIP disitu, saya tidak akan dukung. Pun, jangankan instruksi dari partai, sedang ibu saya sekalipun yang nyuruh, kalau ada PDIP disitu, saya tidak akan taati. Kenapa?

Saya sepakat bahwa pilihan politik itu adalah lebih kepada ranah ijtihad siyasi, konteksnya kekuasaan, semua partai politik, tak terkceuali PKS tujuannya adalah kekuasan. Ingin berkuasa, atau setidaknya menjadi bagian dari kekuasaan! Itu kalau menang.

Tapi kalau kalah, pilihannya adalah menjadi oposisi, yang juga tidak kalah baiknya. Sebab oposisi mengontrol jalannya kekuasaan. Ingat, oposisi mengontrol yang berkuasa. Bukan menjadi pendukung dalam sunyi. Sebab kalau tidak bisa memainkan peran itu, tidak usah bikin partai. Tapi jadi Ormas saja!

Kembali kepada konteks Pilgub Jawa Timur. Sudah jelas kesepakatan para ulama simpul-simpul utama penggerak Aksi 212, yang berdarah-darah jatuh-bangun melawan Ahok-Jokowi, bahwa PDIP di semua Pilkada harus dikalahkan. Bukan mereka yang mengaku-aku ikut menjadi bagian mengalahkan Ahok, padahal tidak terdengar suaranya, tidak tercium baunya dan tidak terlihat langkahnya.

Jadi, mengalahkan PDIP di semua Pilkada yang diikutinya adalah satu visi untuk misi besar menumbangkan PDIP di pemilu legislatif dan Pilpres yang akan datang. Sebab kalau itu terwujud, rezim yang saat ini kita anggap zalim, tidak berpihak pada ummat, pro aseng, asing dsb otomatis akan tumbang!

Tapi kalau PDIP berjaya di Pilkada kali ini, mereka tetap akan memiliki nafas panjang, mengumpulkan semua energi untuk melanggengkan kekuasaannya. Dan segenap keresahan yang kita alami saat ini akan terus berlanjut!

Sekali lagi ini memang ranah politik. Konteksnya ijtihad. Namanya ijtihad, bisa benar bisa salah. Dan saya tidak ragu mengatakan, bahwa ijtihad yang dilakukan PKS mendukung Gus Ipul-Puti sebagai Cagub-Cawagub Jawa Timur itu salah. Tidak sekedar salah, tapi bunuh diri! Kenapa?

Sebab satu di antara alasan PKS yang disosialisasikan adalah karena berharap mendapat dukungan para kiai (nahdhiyyin) pendukung Gus Ipul di Pileg yang akan datang.

PKS terlalu berjudi, berharap dukungan yang belum tentu diraih. Sementara simpul-simpul 212 yang jelas-jelas merupakan simpatisan dan konstituen PKS selama ini mereka abaikan! Terlalu banyak saya mendengar, bahwa karena keputusan PKS ini, mereka kini berpikir untuk menarik dukungan dari PKS ke partai lain. Feeling saya, ke PAN atau PBB. :)

Ini bukan masalah ada orang baik dan tidak baik pada dua kubu kita sepakat bahwa pada kubu Ipul-Puti ada banyak orang baik dan ada juga yang tidak baik. Begitu juga di kubu Khofifah-Emil, banyak kiai, santri dan komunitas orang baik. Sebagaimana tentu ada juga orang yang tidak baik.

Selagi itu kumpulan manusia, orang baik dan tidak baik tentu akan ada. Di PDIP sendiri banyak orang baik. Sebagaimana di PKS tentu ada saja orang tidak baik. Tapi yang kita perkarakan pada keputusan PKS kali ini, adalah masalah keputusan politik yang tidak berpihak pada ummat, secara PKS adalah partai yang selama ini diasosiakan sebagai representasi kalangan islamis.

PKS terlalu berorientasi politis, untuk bisa meraih suara (kiai-nahdyiyin) dengan mengabaikan kepentingan ummat (islamis).

Oleh karena itu, dengan tidak mengurangi rasa hormat pada ijtihad politik PKS dan tentu juga para kiai yang di dalamnya ada guru-guru saya atau yang saya anggap guru, maka setelah melewati prsoses Andilau (antara dilema dan galau), saya mantapkan memilih pasangan Khofifah-Emil!

Pancen Wes Wayahe! :D

26 Juni 2018

*Sumber: fb penulis

___
NB:
PKS Dukung Gus Ipul-Puti Soekarno di Pilgub Jatim 2018
http://kabar24.bisnis.com/read/20180110/15/725106/pks-dukung-gus-ipul-puti-soekarno-di-pilgub-jatim-2018

PDIP: Jokowi 2 Periode, Coblos Gus Ipul-Mbak Puti
https://radar.jawapos.com/radarmadiun/read/2018/04/28/68623/pdip-jokowi-2-periode-coblos-gus-ipul-mbak-puti

Puti Guntur: Kemenangan Gus Ipul-Puti Jalan untuk Jokowi 2 Periode
https://seruji.co.id/fokus/puti-guntur-kemenangan-gus-ipul-puti-jadi-jalan-untuk-jokowi-2-periode/

Ahok Kirim Surat Dukungan untuk Puti Guntur Soekarno
https://nasional.tempo.co/read/1100987/ahok-kirim-surat-dukungan-untuk-puti-guntur-soekarno