TERCYDUK MAKIN KASAR! Halalbihalal di PTPN III Jadi Ajang Kampanye Djarot-Sihar, Warganet BEBERKAN Fakta Ini


[PORTAL-ISLAM.ID]  Umat Islam yang berada pada perkebunan PTPN III di seluruh Sumatera Utara diminta waspada munculnya tim kampanye Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus (DJOSS) dalam kedok halalbihalal.

Hal ini diketahui dalam daftar nama penceramah yang akan mengisi halalbihalal itu terdapat nama-nama yang dikenal sebagai bagian tim kampanye Djoss bernama Muslimin Berjuang.

Dalam selebaran yang beredar di media sosial, Rabu 20 Juni 2018 terdapat 33 kebun atau pabrik kelapa sawit milik PTPN III yang menjadi sasaran pelaksanaan halalbihalal yang berlangsung sejak 20 Juni hingga 23 Juni 2018.

Mulai dari Labuhanbatu Selatan, Tapsel, Labura, Labuhan Batu, Tebing Tinggi, Serdangbedagai, Asahan, Deliserdang dan Simalungun. Adapun kebun-kebun yang didatangi antara lain, Kebun Pulau Mandi, Kebun Aek Torop, Kebun Sisumut, Kebun Sei Daun, Kebun Hambalutu hingga Kebun Hapesong.

Sementara nama penceramah yang mengisi halalbihalal itu memang dikenal sebagai tim kampanye Djoss dan beberapa diketahui baru saja diberangkatkan umrah oleh DJOSS pada bulan puasa lalu. Mereka itu antara lain yakni H HM Thamrin Munthe, H Sangkot Saragih, Miftahul Khair, Samin Pane, Hermanto, Ilyas, Sampurna Silalahi, dan Rudi Suntari.

Menanggapi ini, Koordinator Pokja Humas Sumut, Idrus Djunaidi, mengatakan sebagai lembaga milik pemerintah PTPN3 III harus bebas dari intervensi politik.
"Sudah jelas ini halalbihalal hanya kedok saja. Ini bertujuan politik, kampanye. Kami minta direksi PTPN III bertindak. Kalau cuma diam, berarti manajemen PTPN III sudah ikut berpolitik," katanya.

Idrus menambahkan keyakinannya bahwa ini ajang politik, dikarenakan tidak pernah PTPN III menggelar roadshow halalbihalal seperti ini.

"Saya tahu itu, karena banyak saudara di sana. Selama ini, halal bil halal paling hanya di kantor direksi (kandir)," katanya.

Idrus mengatakan, Bawaslu harus menunjukkan netralitasnya dengan mengambil tindakan atas indikasi pelanggaran pemilu dalam kaitan PTPN III ini. Diakuinya, siapa pun tidak berhak melarang seseorang menjadi penceramah.
"Tapi kalau si penceramah itu adalah tim kampanye, maka cerita sudah berbeda pula. Kami kira kalau mau menang Pilgubsu boleh saja, tapi jangan curang dan menghalalkan segala cara," kata Idrus.
Sumber: PojokSatuSumut
------

Warganet pun bercuit.
"Makin kasar saja di Sumut ini," cuit Umar Hasibuan di akun twitternya @Umar_Hasibuan.

Sebelumnya tim Djarot-Sihar juga terciduk membagikan sembako kepada warga Sumut.
Berikut videonya.