Suteki, Pancasilais Sejati yang Terzalimi


Suteki, Pancasilais Sejati yang Terzalimi

Sebagai bentuk simpati pada Prof Suteki, yang bagi saya ia Pancasilais Sejati, saya terketuk dengan tulisan Dr Yusuf al-Qaradhawi dalam buku Menata Niat Mewujudkan Ikhlas (terjemah dari Fî Ath-Tharîq ilalLâh: An-Niyat wa Al-Ikhlâsh).

Apabila keikhlasan telah hilang, kemunafikan merajalela, suara orang-orang munafik meninggi, dan “dagangan-dagangan” mereka dipromosikan sedemikian rupa, maka kehidupan ini akan rusak, timbangan-timbangan kehidupan akan berantakan.

Dalam upayanya memenuhi kesenangan nafsu dan memuaskan kepentingan materi mereka yang bersifat sesaat, mereka tidak peduli yang mereka lakukan akan membuat para gembel diperlakukan seperti penguasa, setan-setan diperlakukan seperti malaikat-malaikat, dan para pencuri diperlakukan seperti manusia terhormat.

Mereka tidak akan segan-segan mencurigai orang-orang terhormat, mengkhianati orang-orang yang amanah, dan mendustai orang bijak. Mereka juga tidak segan-segan menjadikan fatamorgana jadi seperti air, dan kawan-kawannya sendiri dijadikan seperti robot.

Mencintai dunia, mencintai kesenangan-kesenangan dunia yang palsu (seperti mencintai harta, kedudukan, jabatan, kepemimpinan, dan popularitas) adalah perbuatan para Fir’aun, juga mereka orang-orang yang sombong nan angkuh.

Mereka berbuat sewenang-wenang di negeri (Mesir), dan banyak berbuat kerusakan di sana. Sebenarnya yang meneguhkan dan melanggengkan sifat mereka itu di muka bumi ini adalah orang-orang munafik.

Mereka suka mengusap-usap kaki Fir’aun, membenarkan setiap tindakannya, dan menjadikan setiap ucapan Fir’aun sebagai hukum dan kata mutiara. Semua perbuatan mereka adalah batil dan menipu.

Tidak ada yang mampu menyelamatkan umat dari keterbelakangan, kerugian, dan kerusakan selain orang-orang yang ikhlas. Yaitu mereka yang bekerja karena Allah semata, bukan mencari simpati manusia.

Mereka berjuang untuk mewujudkan dan membela kebenaran, bukan untuk memuaskan hawa nafsunya. Mereka berjihad untuk meninggikan kalimat Allah, bukan untuk meninggikan kalimat si fulan atau lain sebagainya.

Sungguh, ikhlas dengan sebenar-benarnya keikhlasan itu tidak bisa dicapai kecuali dengan keikhlasan itu sendiri.

(07/06/2018)

*Dari twit @opiniym: yang risih dengan para Khawarij Pancasila, yang kini berkerumun di pentas kekuasaan.

[VIDEO - Prof Suteki di ILC tvOne Selasa 5 Juni 2018]