[PilGub Jateng] FAKTA! OGAH Pilih Ganjar-Yasin, 80.9% Masyarakat Jateng Percaya Ganjar Terseret Korupsi e-KTP


[PORTAL-ISLAM.ID]  Lembaga kajian politik sosial masyarakat Jawa bekerjasama dengan LKPI melakukan penelitian dan jajak pendapat masyarakat Jawa Tengah terhadap kedua tokoh yakni Ganjar Pranowo dan Sudirman Said.

Berdasarkan hasil, survei ini menunjukan bahwa masyarakat Jawa Tengah sangat menginginkan pemimpin yang jujur dan bersih serta tidak terindikasi mencuri uang negara.

“Dan dari jumlah masyarakat yang dilibatkan dalam survei, mayoritas memilih pasangan Sudirman Said-Ida Fauziyah, dengan alasan bersih dari kasus korupsi,” ujar Direktur Kajian Bidang Politik Jawa, Tubagus Alvin S.Pol, Sabtu 23 Juni 2018.

Apalagi, kata dia, masyarakat Jawa Tengah, secara kultur punya pandangan terkait kepemimpinan yang dituntut harus menjadi pemimpin jujur dan bisa dijadikan suri tauladan bagi masyarakat.

“Sudah dipastikan kekalahan Ganjar Pranowo disebabkan karena terpaan pemberitaan dan fakta persidangan atas pengakuan Setya Novanto, Muhamamd Nazarudin soal keterlibatannya menerima fee proyek e-KTP,” tambahnya.

Sementara itu, calon Wakil Gubernur pasangan Ganjar, yakni Taj Yasin juga tidak banyak bisa membantu meningkatkan elektabilitas dari jaringan NU, sebab yang didukung oleh NU adalah cawagubnya Sudirman Said.

Survei yang melibatkan 2.220 responden ini menilai, dari dua tokoh itu, sebanyak 89,6% mengatakan Sudirman Said adalah tokoh yang bersih dari korupsi bahkan berani membongkar ‘Skandal Korupsi’.

Ketika responden ditanya apakah percaya jika Ganjar Pranowo terlibat kasus e-KTP seperti pengakuan Setya Novanto dan Nazarudin? Hampir 80,9% percaya. Dan sebanyak 19.1% tidak percaya.

Begitu juga dengan pertanyaan, “Jika Pilkada Jawa Tengah digelar pada hari ini siapa yang akan bapak-ibu pilih antara Ganjar Pranowo dan Sudirman Said sebagai Gubernur Jawa Tengah”.

Secara spontan 50,8% responden mengaku akan memilih Sudirman Said sebagai Gubernur Jawa Tengah dan sebanyak 40.7% memilih Ganjar Pranowo sebagai Gubernur. Sisanya 8,5% tidak menjawab.

“Alasan dari 51,3% yang memilih Sudirman Said, karena ingin Jawa Tengah dipimpin oleh tokoh yang tidak tersandera oleh kasus Korupsi e-KTP. Sementara yang 43,8 % memilih Ganjar Pranowo beralasan jika Ganjar terlibat kasus e-KTP maka masih ada wagubnya yang akan menggantikannya,” paparnya.

Sudirman-Ida juga dipilih 52,4% responden, saat ditanya soal partai pendukungnya yakni Gerindra, PKB, PKS dan PAN. Sementara pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin yang diusung PDIP, PPP, Demokrat, dan NasDem, hanya dipilih 45,2% dan sisanya 2.4% tidak menjawab.

Dalam penelitian ini, lembaga kajian politik sosial masyarakat Jawa yang bekerja sama dengan LKPI mengunakan metode jajak pendapat dengan cara wawancara dan kuisioner kepada 2.220 warga Jawa Tengah yang terpilih secara proposional dan tersebar di 35 Kab/Kota.

Responden ditentukan dari populasi DPT Pilkada 2018 sebanyak 27.068.125 orang. Penelitian ini mengunakan metode multistage random sampling dengan margin of erraor -/+ 2,08 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen survei dilaksanakan mulai tanggal 7 – 20 Juni 2018.

Perlu diketahui juga dalam persidangan kasus mega korupsi e-KTP, terdakwa Setya Novanto sempat menyebut Petahana Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, telah menerima fee proyek e-KTP sebesar 500 ribu US Dollar, meski langsung dibantahnya.

Sudah beberapa kali Ganjar Pranowo pun dipanggil penyidik KPK terkait kasus korupsi proyek e-KTP. Bahkan Gubernur Jawa Tengah (Jateng) itu bakal diperiksa sebagai saksi terkait tersangka Markus Nari.

Berbeda dengan pesaingnya yakni Sudirman Said. Walaupun dia juga bersentuhan dengan Setya Novanto, tetapi Sudirman justeru mengungkap tentang kasus ‘papa minta saham Freeport’ yang melibatkan Setya Novanto dan petinggi Freeport yang berujung pada mundurnya politisi Golkar itu dari posisinya sebagai Ketua DPR RI.

Akibatnya, Sudirman Said juga dicopot dari Kabinet Joko Widodo karna dianggap telah berani membuka skandal besar. Menarik untuk diteliti suara masyarakat terkait Ganjar Pranowo dan Sudirman Said sebagai tokoh utama yang akan berlaga di Pilkada Jawa Tengah 2018.

Sumber: aktual