Pangeran Saudi: Hanya masalah waktu sebelum Bin Salman digulingkan


[PORTAL-ISLAM.ID] Upaya putra mahkota Saudi Mohammed Bin Salman untuk memastikan “kesepakatan abad ini” (Shafqotul qorn/صفقة القرن)* dengan Amerika segera terealisir adalah sebagai upaya untuk meningkatkan hubungannya dengan Israel, demikian dikatakan seorang pangeran Saudi yang tidak setuju dengan kesepakatan itu yang telah berlindung di Jerman.

Pangeran Khaled Bin Farhan Al-Saud mengatakan Bin Salman telah bekerja untuk memastikan konsep ketaatan mutlak dalam rangka memfasilitasi naiknya sang putra mahkota ke singgasana kekuasaan.

Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Alkhaleej Online yang dikutip MEMO, Rabu (27/6/2018), Bin Farhan mengungkapkan bahwa "Bin Salman memilih salah satu putra Pangeran Faisal bin Bandar di Abdulaziz Al-Saud, Pangeran Riyadh saat ini, sebagai putra mahkota berikutnya dalam persiapan untuk penobatannya sebagai raja sebagai penerus ayahnya." Dia mencatat: "Kepribadian putra mahkota baru adalah ketergantungan lemah dan buta pada Bin Salman. "

"Ada kemarahan besar di antara keluarga yang berkuasa atas tindakan Bin Salman," kata Bin Farhan, menambahkan, "hanya masalah waktu sebelum dia dikeluarkan (digulingkan) dari kekuasaan."

__
*Shafqotul qorn (صفقة القرن) adalah kesepakatan yang dirancang antara AS, Saudi dan Mesir, terkait Palestina dan Israel.

Poin-poin penting Shafqotul qorn (صفقة القرن):

- Mengakui AlQuds sebagai ibukota Israel. Yerusalem (timur dan barat) sepenuhnya milik Israel termasuk didalamnya Masjid Al-Aqsa.

- Mesir menyerahkan 720 km persegi tanah Sinai untuk membangun negara Palestina yang baru. Warga Palestina direlokasi ke wilayah Sinai (Mesir) dan menjadi negara yang diakui. Termasuk wilayah Gaza. Wilayah Jalur Gaza lama diberikan ke Israel. Diganti dengan wilayah baru di Sinai.

- Uang 10 Miliar USD diberikan kepada pemerintah Palestina sebagai ganti rugi.

- Terkait hak kembali rakyat Palestina dibicarakan dalam perundingan selanjutnya antara Israel dan Palestina.

- Pembahasan damai antar negara Arab khususnya Saudi dengan Israel. Ditandai dengan mengakui kedaulatan Israel.