Menghormati ASYIK, Menahan RINDU


[PORTAL-ISLAM.ID] Saya termasuk yang mengakui kemenangan Ridwan Kamil (RINDU) versi Quick Count berdasarkan metode ilmiah yang saya pahami, dan mendoakan beliau agar amanah dalam memimpin Jawa Barat. Tapi saya sangat menghargai Timses ASYIK yang masih berjuang dalam mengawal penghitungan suara versi real count KPU.

Tim ASYIK memiliki dasar untuk menunggu hasil real count karena data yang dipegang saksi menunjukan angka yang berbeda dengan Quick Count.

Atas dasar itu Tim ASYIK "belum" memberikan ucapan selamat kepada RK, dan tidak pula mengumumkan kemenangan pasangan Asyik karena masih menunggu hasil penghitungan KPU.

Kemudian RK melalui adminnya di sosial media (fanpage) memberikan ucapan dan pujian HANYA kepada kedua rivalnya yang sama-sama pendukung Jokowi. Alasannya karena yang baru memberikan selamat itu kedua rivalnya yang dari Kubu Jokowi. Padahal sikap yang benar justru yang ditunjukkan oleh Paslon 3 (Asyik) menunggu hasil penghitungan KPU.

Kalopun saya pribadi mengakui kemenangan RK versi QC itu sikap informal, lagipula kita ini siapa. Berbeda dengan Tim Asyik yang mereka mesti bersikap secara formal, sikap yang sangat wajar jika menunggu hasil penghitungan KPUD, bukan malah menambah polemik pasangan Asyik tidak menerima kekalahan versi QC.

Masukan saya kepada Ridwan Kamil agar lebih dewasalah dalam berpolitik, dinginkan suasana bukan malah menambah polemik, dan kalo posting itu mesti benar-benar dipikir berulang kali, seperti yang sudah-sudah setelah jadi polemik postingan diedit sampe beberapa kali.

Jum'at, 29 Juni 2018

Irfan Noviandana
(Warga Jabar)

***

UPDATE KPU Pilgub Jabar bisa dicek: https://infopemilu.kpu.go.id/pilkada2018/hasil/cepat/t1/jawa_barat