Klaim Kemenangan Netanyahu, TUJUAN ISRAEL TERCAPAI


[PORTAL-ISLAM.ID] Sungguh kekhawatiran yang menjadi kenyataan, ketika kedatangan Gus Yahya Cholil Staquf akhirnya diklaim Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Israel sebagai simbol semakin mendekatnya negara-negara Arab dan banyak negara Muslim ke Israel.

"I'm very happy to see that Arab countries and many Muslim countries are getting closer to Israel!"

Tertulis terang di cuitan sang penjahat perang ini, seakan menulis sambil tertawa jahat!

Mungkin Gus Yahya Cholil Staquf mengelak, bahwa dia pergi ke acara American Jewish Committee (AJC) atas nama pribadi, bukan sebagai Wantimpres atau Petinggi Nahdatul Ulama. Namun dengan dalih diplomasi, ternyata malah dimanfaatkan pihak Zionis. Untuk diketahui, AJC yang mengundang jelas organisasi Yahudi radikal yang bertujuan "Advocating for peace and security for Israel", mengadvokasi kepentingan perdamaian dan keamanan untuk Israel, sama sekali bukan untuk Palestina.

Netanyahu tahu bahwa momen ini sayang sekali untuk dilewatkan sebagai bentuk Klaim bahwa negara Arab dan negara Muslim tidak lagi keras terhadap mereka, walaupun sama sekali Gus Staquf tidak membawa misi diplomatik kenegaraan atau organisasi Islam secara resmi dalam lawatannya, bahkan KH. Said Aqil Siradj membantah secara resmi melalui pernyataannya bahwa beliau diundang bukan atas nama PBNU. Gus Staquf bisa saja juga mengumumkan klaim yang menegasikan klaim Netanyahu, namun klaim siapa yang lebih jauh terdengar dunia internasional dan memiliki bargaining?

Sebuah blunder diplomasi, yang akhirnya dimanfaatkan untuk klaim besar, mencoba membunuh secara perlahan fakta bahwa banyak negara Muslim dan Arab secara tegas mendukung Palestina dan sama sekali tidak berada dalam barisan Israel. Ironis.

(Afif Pratama Putra)

***

Siapa yg diuntungkan dari pertemuan itu? ISRAEL
Siapa yg dirugikan dari pertemuan itu? PALESTINA

"I’m very happy" kata Netanyahu.

Sebuah kado lebaran terindah usai membantai rakyat Gaza Palestina