Kader Perempuan Demokrat Jadi Korban FITNAH di Twitter, Warganet Kompak Beri Dukungan Moral


[PORTAL-ISLAM.ID]  Seorang kader Partai Demokrat yang dikenal lantang bersuara menyerukan kebenaran di jagat media sosial, Erra Maniara, diserang hoax. Erra panggilan akrabnya menyebut bahwa dirinya telah menjadi sasaran fitnah dan kabar hoax di media sosial twitter.

Dalam pernyataannya, Erra diketahui diserang oleh akun anonim di twitter dengan kabar yang sama sekali tidak benar tentang dirinya. Erra difitnah terkait perilaku asusila yang melibatkan dirinya dengan berbagai pihak oleh akun anonim di twitter. Padahal cuitan akun itu pun tanpa adanya bukti, saksi dan hanya sekedar asumsi.

Akun twitter tersebut memiliki alamat @kakekdetektif. Cuitan akun tidak bertanggung jawab itu dianggap telah mengusik ketenangan Erra secara pribadi, oleh sebab itu, pada 30 Mei 2018 kemarin, dirinya melaporkan tindakan tercela akun @kakekdetektif ke Polda Metro Jaya.

“Saya melaporkan akun @kakekdetektif kepada Polda Metro Jaya, yang menerima laporan saya Bapak Kompol. Insan Himawan. Karena ini akun anonim, tidak tau siapa otak dan penggunanya, di surat laporan LP/2931/V/2018/PMJ/DIT.RESKRIMSUS terlapor masih dalam tahap penyelidikan oleh kepolisian. Saya berharap, kasus ini cepat terungkap tentang siapa di balik akun pengecut itu,” ujar Erra Maniara 31 Mei 2018.
Erra Maniara yang juga merupakan Ketua Divisi Komunikasi Publik DPD Demokrat DKI Jakarta melaporkan akun anonim tersebut dengan perkara pencemaran nama baik dan atau fitnah melalui media elektronik. Atas hal itu, pelaku dapat dijerat dengan Pasal 27 ayat (3) jo Pasal 45 ayat (1) UU ITE tentang Pencemaran Nama Baik dan Pasal 310 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara dan denda maksimal 1.000.000.000 (miliar) rupiah.

Erra mengungkapkan bahwa dirinya sudah tidak bisa menahan lagi untuk membiarkan perilaku seperti itu terus menghantui jagat media sosial. Dirinya juga ingin ada efek jera yang diberikan kepada pelaku dengan pelaporannya kepada pihak berwajib. Sesuai dengan arahan Ketua Umum Partai Demokrat yang mengkampanyekan slogan ‘Jangan Diam’, Erra mengaktualisasi hal tersebut dengan tidak mendiamkan perilaku jahat oknum pengguna media sosial yang suka menyebarkan hoax dan fitnah.

“Ini sudah mengusik kehidupan pribadi saya, jadi saya tidak bisa tinggal diam. Apalagi Ketua Umum Partai Demokrat, SBY, sudah berpesan kepada seluruh kader agar tidak mendiamkan perilaku jahat di manapun kita berada. Kalau yang baik diam, maka yang jahat akan menang. Perilaku akun anonim seperti itu sudah masuk dalam kategori jahat dan keji bagi saya. Saya ingin ada tindakan serius dari aparat kepolisian terhadap kasus ini. Agar hal yang sama tidak berulang kepada orang lain. Fitnah ini sungguh keji dan telah melukai hati saya dan keluarga saya,” ungkapnya.

Sumber: Demokratdki

Warganet pun berkomentar.