Jejak Akun Biadab "KD" Terendus Warganet, Kapolda Jatim: SECEPATNYA AKAN KITA TANGKAP!


[PORTAL-ISLAM.ID]  Akun Twitter berinisial "KD" yang kerap menebar informasi kontroversial terkait tokoh partai atau pasangan calon Pilkada di twitter diburu polisi. Sejumlah pengaduan sudah masuk dan upaya pengejaran dilakukan.
Akun tersebut sudah pernah dilaporkan oleh politisi Partai Demokrat Erra Maniara, kemudian kembali dilaporkan oleh petinggi PKS Mardani Ali Sera di Polda Metro Jaya, lalu di Polda Jateng akun itu dilaporkan oleh tim pasangan calon Sudirman Said dan Ida Fauziyah. Sementara di Jawa Timur, akun tersebut dilaporkan oleh calon gubernur Khofifah Indar Parawansa.

Ketika dikonfirmasi mengenai hal ini, Kapolda Jatim Irjen M Arifin membenarkan soal pelaporan tersebut. Dia juga memastikan, tim dari Unit Siber Ditkrimsus Polda Jatim sedang memproses akun tersebut.

“Secepatnya akan kita tangkap,” tegasnya saat dikonfirmasi, Ahad 24 Juni 2018, seperti dirilis KUMPARAN.

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Pol Albertus Rachmad Wibowo, juga menegaskan persoalan fitnah dan pencemaran nama baik harus ada aduan dari pihak yang dirugikan. Setelah pengaduan masuk, maka penyelidikan bisa dilakukan.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Agus Triatmaja saat dikonfirmasi terpisah juga mengatakan, upaya penyelidikan masih berjalan.

“Laporan Pak Sudirman kemarin sudah masuk. Sedang diproses oleh tim siber. Biarkan kami bekerja dulu,” jawabnya.

Diketahui, akun berinisial KD telah berkali-kali dilaporkan ke pihak otoritas Twitter dan telah dinyatakan melanggar aturan platform Twitter. Namun, anehnya hingga saat ini tidak ada tindakan apa pun dari pihak Twitter.
Seperti pernah ditelusuri, Akun KD merupakan akun rename milik seorang mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang bernama Aditya Galih Dika Siwi. Saat akun KD mulai menebar fitnah, warganet kemudian menemukan adanya keterkaitan antara akun KD dengan Aditya Galih. Sayangnya, mahasiswa jurusan Teknologi Informasi (TI) pada Fakultas Sains dan Teknologi ini berkelit 

Aditya membuat klarifikasi melalui akun twitter @AdityaGalih_  dan menyebutkan bahwa akun tersebut sudah dijualnya sejak 11 April 2018. Aditya juga mengatakan bahwa akun tersebut sudah berganti pemilik (dijual kembali) kepada sebanyak 3 orang, total 4 orang jika ditambah dengan pembeli pertama. 

Sebenarnya bukan hal yang sulit bagi polisi untuk menemukan admin akun KD, penelusuran awal warganet dan pengakuan Aditya Galih bisa dijadikan petunjuk.