“ISLAM NUSANTARA, STAQUF, IBLIS, JAHANAM”


Oleh Helmi Felis*

Tadinya saya tidak ingin menulis disini, saya ingin twitt aja berikut video ungkapan beliau yang saya protes keras. Tapi twit hanya bisa sedikit kata yang terkirim, maka saya singkat protes itu. Namun tidak mengurangi kesan keras yang saya ingin sampaikan. Kira-kira twittnya begini:

“Saya dapet ini di WAG. Saya ikhlas di penjara demi bisa meludahi muka orang ini.

Astagfirullah…

Sungguh hinaan terhadap sahabat & keluarga nabi yang mendakwakan Islam sebagai agama damai, di cap penjajah

Saya tdk hanya kecewa tapi murka terhadap ini. Mirip Iblis!”

Demikian kurang lebih seharusnya twit itu tertulis. Apa sebab? Karena saya mendapat itu (video), dan langsung kami tonton bersama, ada sahabat sangat marah, meluap.

Saya melihat ini harus saya redakan. Lalu saya katakan, ini saya mau twit. Dan menunjukkan bahwa saya lebih marah dari dia. Sehingga dia reda.

Namun tidak bisa terkirim, akhirnya saya merasa bahwa memang benar saya murka, tidak hanya marah. Dan bukan sekedar ingin menenangkan sahabat, mengapa. Ini adalah penghinaan terhadap Islam.

Sama saja seperti mengatakan “Sebenarnya nilai-nilai kita lebih mulia dari Islam. Islam itu aslinya kacau, mereka tidak sebaik kita, mereka penjajah. Jadi kita oplos lah Islam ini, kebetulan pemeluknya sudah banyak.”

Ini kurang ajar, kerjaan manusia-manusia munafik seperti itu, disadari atau tidak seakan mereka bicara demikian.

Tapi setelah berkali-kali saya coba twit tidak bisa, padahal sudah saya potong lagi sisa 45 detik tapi tetap tidak bisa.

Akhirnya saya pilih tulis di helmifelis.wordpress.com.

Apa sih isi video itu sehingga kami kecewa? Isi video itu penghinaan terhadap penyebaran masa-masa awal yang dilakukan oleh sahabat-sahabat nabi. Beliau berkata:

“Islam kita ini Islam Nusantara. Islam kita ini Islam sejati. Bukan Islam abal-abal model timur tengah

Kenapa Islam Nusantara mampu menjadi Islam yang sejati? Kenapa? Karena Islam hadir dan hidup di Nusantara ini bukan sebagai penakluk.

Lain dengan yang di Arab dan ‘anak-anak peradabannya’ SEMUANYA Islam datang sebagai penakluk, ‘ya kurang lebih sebagai penjajah’.”

Demikian isi video tersebut.

[video]


Kita bisa katakan, Anda faham sejarah Islam gak? Anda ini keturunan Yahudi? Kita juga bisa curiga, ya anda turunan Yahudi, entah dengan siapa ibumu menikah. Bayangkan cuma anda diundang Ke Israel, anda siapa? Musuh dalam selimut? Atau sekedar munafik?

Pahami ini, tidak ada Islam Nusantara tanpa ada Islam sesungguhnya, anda mau bikin Islam Protestan? Kalo sejarah Islam saja anda selewengkan demikian keji, bagaimana kita tidak curiga? Sedangkan anda di ormas Islam, artinya anda musuh dalam selimut.

Atau anda memang barisan bebal tidak faham sejarah?

Hanya Iblis yang tidak suka penyebaran Islam masa awal, di situlah Islam yang memegang syariat secara menyeluruh. Lah kok anda malah benci Islam masa awal dan anak-anak PERADABANNYA? Anda kok sudah mirip Iblis yang tinggal di neraka Jahanam yang benci Islam masa awal?

Tapi dari semua emosi itu kita harus sadar bahwa 2019 adalah pilpres. Sangat wajar jika salah satu calon punya tim yang melobi Israel.

Israel adalah negri atau bangsa yang punya kuasa soal media, pemberitaan dia kuasai. Bahkan di Indonesia ini media/pemberitaan dikuasai mereka.

Saya tidak ingin jauh bicarakan ini. Saya akan sederhanakan saja. Ada yang mau nyapres dan butuh dukungan Israel. Disisi lain mereka membonceng agenda pilpres ini untuk menghancurkan Islam yang mulai kuat secara politik di Indonesia.

Islam itu bukan ajarannya yang ditakuti mereka, tapi kesungguhannya dalam membela tanah airnya. Mau menjajah Indonesia? Hancurkan Islamnya.

Jadi hal ini bukan sekedar Palestina dan penghinaan terhadap Islam, tapi ini juga bagaimana nasib Indonesia kedepan.

Jadi hati-hati terhadap agenda Islam Nusantara ini. Perhatikan orang-orangnya. Dan ingat, Islam itu ya Islam, gak ada Islam Nusantara, Islam Jawa, Islam Manado, Islam Filipina. Islam itu ya Islam.

Dan Yahya Staquf boleh jadi musuh Islam dan musuh kemanusiaan yang nyata.

*Sumber: https://helmifelis.wordpress.com/2018/06/13/islam-nusantara-staquf-iblis-jahanam/