Insiden "Salah Klaim" Kunjungan PM Malaysia ke Indonesia, Presiden Jokowi Dikibulin Ngabalin?


[PORTAL-ISLAM.ID] Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuat kesalahan dengan menyebut Indonesia adalah negara pertama yang dikunjungi Mahathir Mohamad sejak kembali menjabat sebagai PM Malaysia.

Hal itu terpampag jelas dalam akun twitter pribadinya @jokowi, Jumat (29/6/2018) yang diunggah pukul 17.16 WIB.

“Kunjungan pertama Bapak Mahathir Mohamad ke luar Malaysia sejak menjadi perdana menteri baru adalah ke Indonesia,” tulis Jokowi.


Dalam cuitan itu, Jokowi juga mengungkap alasan kenapa Mahathir memilih mengunjungi Indonesia.

Salah satu alasannya adalah hubungan kekeluargaan yang terjalin selama ini antara Indonesia dengan Malaysia.

“Alasannya, Indonesia ini jiran terdekat dan memiliki hubungan kekeluargaan. ‘Ramai penduduk Malaysia itu dari Indonesia, termasuk bapak mertua saya’ katanya,” lanjut cuitan tersebut.

Akan tetapi, klaim Jokowi bahwa kunjungan itu menjadi kunjungan luar negeri pertama Mahathir sebagai PM Malaysia kembali adalah salah.

Sebab, negara pertama yang dikunjungi Mahathir saat kembali menjadi orang nomor satu Malaysia adalah Jepang.

Yakni 10 Juni lalu. Saat itu, Mahathir bertemu dengan Perdana Menteri Shinzo Abe sekaligus menghadiri konferensi tahunan Nikkei Asia.


Kesalahan itu juga kemudian ramai dikomentari warganet.

“Maaf Pak, dapat info dari mana Indonesia negara pertama yg dikunjungi Mahathir Mohamad sejak jadi PM Malaysia ?”

“Setahu saya negara pertama yg dikunjungi Mahathir Mohamad sejak terpilih menjadi PM Malaysia itu Jepang.” tulis @yusejahtera.

Yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah, apakah presiden benar-benar tidak tahu?

Ataukah, ada orang lain yang memberi masukan dan informasi salah kepada presiden?

Jika dari pihak Kementerian Luar Negeri sepertinya sangat kecil mungkin melakukan kesalahan demikian.

Pasalnya, lembaga pimpinan Retno Marsudi itu selalu update terkait kunjungan pimpinan negara-negara sahabat sebelum melawat ke Indonesia.

Sementara, Jurubicara Kepresidenan, Johan Budi dan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moledoko sendiri akhir-akhir ini tak cukup dekat.

Satu-satunya orang yang sedang cukup dekat dengan Joko Widodo saat ini adalah Ali Mochtar Ngabalin.


Sebab, Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi itu akhir-akhir ini memang selalu mendampingi presiden.

Pertanyaan selanjutnya, apakah ada indiksi Jokowi dikibulin Ngabalin dalam hal ini?

Hingga mengklaim kunjungan Mahathir Mohamad ke Indonesia adalah pertama setelah menjadi PM Malaysia?

Sumber: Pojoksatu.id