Hari Moekti, Sang Rocker yang Hijrah Dari Dunia Hiburan ke Panggung Dakwah


[PORTAL-ISLAM.ID] Mantan rocker top Indonesia Hari Moekti meninggal dunia hari Ahad (24/6/2018) malam dalam usia 61 tahun.

Sang adik, Abah Moekti Chandra, menuturkan kakanya meninggal dunia karena sakit stroke yang

"Meninggal tadi pukul 20.49 karena sakit stroke," kata Moekti Chandra, adik Hari Moekti saat dihubungi Tribun Jabar melalui sambungan telepon, Ahad (24/6/2018).

Hijrah dari Dunia Hiburan ke Majelis Dakwah

Pria kelahiran Kota Cimahi 25 Maret 1957 ini memutuskan hijrah dari panggung hiburan ke majelis dakwah saat usia 40 tahun.

Jika dulu, sebagai penyanyi rock, namanya melambung berkat lagu "Lintas Melawai", "Ada Kamu", "Aku Suka Kamu Suka" dan "Hanya Satu Kata", saat usianya menginjak 40 tahun, Hari Moekti mengisi kegiatannya sebagai mubalig.

Sebulan sebelum berpulang, Hari sempat berbagi kisah hijrahnya kepada Tribun Jabar.

Berawal dari kegelisahannya sejak menjadi artis, mantan rocker top Indonesia, Hari Moekti memutuskan untuk berhijrah dan bertaubat, hingga kini akhirnya menjadi seorang Dai kondang.

Pria yang memiliki nama asli Hariadi Wibowo ini memulai karier keartisannya sebagai penyanyi Rock (Rocker) pada tahun 1987.

Judul lagu 'Ada Kamu' yang launching pada tahun 1988, telah melambungkan namanya di belantika musik tanah air pada tahun 1988 hingga 1994, bahkan berhasil terjual ratusan ribu kopi kaset di seluruh Indonesia.

Saat itu, nama Hari Moekti melambung tinggi dah hampir seluruh masyarakat Indonesia mengenali dirinya sebagai rocker terkenal dan menjadi idola mereka.

Semua gaya pakaian dan penampilannya ditiru oleh para remaja di Indonesia seperti gaya celana jins sobek yang dianggap remaja zaman dulu merupakan celana gaul.

Namun, sejak tahun 1993 atau sejak albumnya diedarakan, Hari mengaku kesehariannya kerap dihantui rasa gelisah karena takut kariernya tenggelam akibat adanya artis-artis atau penyanyi baru.

"Dua bulan kemudian hingga tahun 1995, setelah album itu diedarkan selalu gelisah kemudian saya ada yang menasihati," ujar Ustaz Hari Moekti saat ditemui di Cibabat Park, Kota Cimahi, Senin (14/5/2018).

Kegelisahan tersebut, karena ia kerap berpikir takut disaingi artis atau penyanyi baru yang bisa menyebabkan kariernya waktu itu tenggelam.

"Karena terkenal, saya selalu berpikir kalau ada artis yang lebih hebat bagaimana, kalau saya sudah tidak terkenal lagi bagaimana. Saya selalu berpikir seperti itu," kata Hari.

Atas kegelisahan itu, ia mengaku kehidupannya tidak pernah merasa tenang. Sehingga Hari menuruti nasihat dari temannya itu yang merupakan seorang ustaz bahwa ia harus lebih mendekatkan diri kepada sang pencipta.

Ketika menjadi artis, ia menganggap kehidupannya berada di jalan yang benar, pasalnya ia mengaku kerap menyisihkan rezekinya untuk beramal, tetapi jiwanya selalu merasa tidak tenang.

Namun, setelah menuruti nasihat dari temannya dan lebih mendekatkan diri kepada sang pencipta dan terus memperdalam ajaran Islam, ia baru bisa merasa tenang.

"Ternyata Islam itu menenangkan jiwa, memuaskan akal. Dulu sebelum bertaubat, jiwa saya gak tenang, gak puas akal, mungkin karena salah jalan," kata Hari saat itu.

Harry mengatakan, ia sudah bertaubat selama 21 tahun.

Dan Sang Khaliq telah memanggilnya dalam kondisi bertaubat, insya Allah husnul khotimah.


اللهُمَّ، اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ - أَوْ مِنْ عَذَابِ النَّارِ 

“Ya Allah, ampunilah dosanya, rahmatilah ia, selamatkanlah ia, maafkanlah ia, muliakanlah tempat persinggahannya, luaskanlah kuburannya, mandikanlah ia dengan air, salju, dan embun, bersihkanlah ia dari segala kesalahan sebagaimana Engkau membersihkan pakaian putih dari kotoran, gantikanlah rumahnya dengan rumah yang lebih baik, keluarganya dengan keluarga yang lebih baik, istri/suaminya dengan istri/suami yang lebih baik, masukkanlah ia ke dalam surga, dan lindungilah ia dari siksaan kubur – atau dari siksaan neraka –“. [Sahih Muslim]

Sumber: Tribun Jabar