Fahri Curiga Kenapa Bikin Tiang LRT Tinggi-tinggi, Belum Ada Kereta Aja Dah Roboh, Biaya Juga Membengkak


[PORTAL-ISLAM.ID] Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengaku ikut curiga dan menduga ada mark up di proyek pembangunan light rapid transit (LRT) di Indonesia. Dia mempertanyakan kenapa tiang LRT tinggi-tinggi.

"Curiga saya itu. Orang curiga. Saya juga curiga," kata Fahri Hamzah, di DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (25/6/2018).

Menurut Fahri, pembangunan LRT di Indonesia terlihat ganjil. Keganjilan menurutnya pada pembangunan tiang pancang LRT yang disebutnya terlalu tinggi.

"Kenapa bikin LRT tiangnya tinggi-tinggi, ya kan. Bikin saja LRT di bawah tanah. Supaya nggak perlu ada biaya tiang. Tiangnya tinggi-tinggi, mahal banget itu," ujarnya.

Selain berbahaya, Fahri mengatakan, dari informasi yang didengarnya, pembangunan tiang pancang yang tinggi itu sebetulnya tidak diperlukan. Ia pun meminta dilakukannya audit terhadap anggaran pembangunan LRT.

"Ada analisis kalau itu tidak diperlukan di situlah terjadi tambahan biaya. Jadi saya dengar ini bukan cuma di Palembang. Tapi di seluruh tempat yang dibangun tiang-tiang itu di situ ada tambahan biaya yang harus diantisipasi," kata Fahri.

Link: https://news.detik.com/berita/4081674/fahri-hamzah-saya-curiga-kenapa-bikin-tiang-lrt-tinggi-tinggi

***

Selain soal biaya yang jadi membengkak gara-gara tiang-tiang beton yang tinggi, Fahri juga menyebut bahaya dari sisi safety atau keselamatan.

"Kalau saya nanya kenapa tiangnya tinggi padahal dibangun di tanah kosong di samping tol...kan Serem mas...coba lihat deh...ini aja Dah 14 titik rubuh...keretanya belum lewat...😃😃," kata Fahri di twitter menjawab pertanyaan netizen.

"Iya bang, knp ga di bangun di samping tol ya, kaya kereta di samping jalan pantura. minimal resiko rubuh ga ada. atau mungkin biar cepet harus di atas ya ?" komen akun @maulanachabib1.

"Keretanya belum lewat udh rubuh, gmn klo udah lewat??? ancuuuuur ...😂😂😂," timpal @sutari111.



[video liputan CNN - Tiang Proyek Kontruksi LRT Roboh, Timpa Rumah Warga]