BUTET YANG BUTUT


[PORTAL-ISLAM.ID] Lini masa berbagai jejaring sosial Jumat, 29 Juni 2018 dihiasi ucapan selamat ulang tahun kepada mantan orang nomor satu di DKI Jakarta yang sejak tahun lalu ditetapkan menjadi narapidana kasus penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Berbagai ucapan, mulai dari yang paling sederhana, hingga yang paling nyleneh, melintasi lini masa media sosial. Entah mengapa, banyak dari para pengagum Ahok, memanfaatkan momen hari bahagia ini tak hanya untuk mengucapkan selamat ulang tahun kepada Ahok, tetapi juga sekaligus menjadikan momen ini sebagai kesempatan mengejek dan merendahkan pasangan pemimpin baru DKI Jakarta Anies Baswedan - Sandiaga Uno.

Salah satu yang terbilang paling nyleneh -jika tak ingin dikatakan biadab- adalah Butet Kertaradjasa, seniman serba bisa asal Yogyakarta. Melalui laman facebooknya, Butet menempatkan foto Anies dan Sandi di belakang Ahok yang sedang merentangkan tangan. Rentangan tangan Ahok ini menutupi wajah Anies dan Sandi.

Sebagai captionnya, Butet menuliskan:

"KETIKA KAU DISALIBKAN, siapakah orang di kiri kananMU? Selamat ulang tahun Koh Ahok".

***

Ini tanggapan seorang jurnalis, Agi Betha dengan judul "BUTET YANG BUTUT"...

BUTET YANG BUTUT

Menurutmu, harga diri seorang lelaki itu lebih tergampar hancur berkeping-keping ketika ia dikalahkan di meja sidang, ataukah di atas ranjang?

Jadi dua orang yang terletak di kanan kiri Ahok, seperti di gambar Butet itu, lebih pantas Anies-Sandi ataukah lebih pas Veronika dan Pasangan Selingkuhnya..?

Bayangkan TUJUH TAHUN dikadali. Dibohongi dan diselingkuhi. Seven years in hell. Disiksa kebutuhan kelamin dan batinnya. Diruntuhkan rasa kelelakiannya. Dibanding-bandingkan dengan pejantan lainnya. Dan akhirnya Ahok ditinggalkan pasangan sejiwanya ketika tengah berada di titik nadir..

Lhaa kok menurut seniman Butut, koh Ahok lebih pantas menyangga dosa Anies-Sandi yang cuma SATU TAHUN berkompetisi dengannya?

Bukankah dia lebih pantas menebus dosa-dosa orang-orang terdekatnya? Istri dan jantan selingkuhannya, serta pemuja-pemuja radikal penebar Sara dan intolerannya?

Butet Kartaredjasa, DULU, adalah satu dari 10 budayawan Kristen yang populer. Tidak ada orang yang mempermasalahkan agamanya. Tapi ketika ia mulai bermain sentimen agama, maka terlihat telanjanglah watak ia yang sebenarnya.

Seorang Budayawan semestinya lekat dengan nilai kemanusiaan, toleransi dan moralitas. Tapi apa yang ditulis Butet menunjukkan watak kumuh seorang Budayawan. Sarkastis, oportunis, fanatis, rasis, narsis, dan nylekuthis.

✔CATATAN: Anak Tuhan yang disalibkan di mata seorang Butet ternyata berbaju PNS, berotak penggusur wong cilik, doyan duit taipan, dan mulutnya berbau ta* nenek lo bangsa*. Betapa sebuah gambaran Tuhan yang menyedihkan.

Untung yang termakan ocehan Butet hanya sedikit. Untuk orang yang pernah terkenal seperti Butet, jumlah pertemanan di akun yang maksimal tapi dengan total like yang hanya ratusan itu, adalah cerminan ia telah ditinggalkan. Gambar Kontroversi 'Ahok disalib' yang tentu telah menguras idenya untuk ditampilkan ke publik itu, lebih banyak menuai Kecaman ketimbang Pujian.

Untuk ukuran selebriti, Butet sudah tidak bergigi. Kasihan dia. Kini sang seniman tua itu harus merusak prinsip-prinsip toleransi hanya demi mendapat sesuap nasi.

30 Juni 2018

(Agi Betha)

Sumber: fb

BUTET YANG BUTUT Menurutmu, harga diri seorang lelaki itu lebih tergampar hancur berkeping-keping ketika ia dikalahkan...
Dikirim oleh Agi Betha pada Jumat, 29 Juni 2018