Butet Kertaradjasa Unggah "Ahok Disalib", Warganet: Ingin Samakan Ahok dengan Yesus?


[PORTAL-ISLAM.ID]  Lini masa berbagai jejaring sosial hari ini, Jumat, 29 Juni 2018 dihiasi ucapan selamat ulang tahun kepada mantan orang nomor satu di DKI Jakarta yang sejak tahun lalu ditetapkan menjadi narapidana kasus penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Berbagai ucapan, mulai dari yang paling sederhana, hingga yang paling nyleneh, melintasi lini masa media sosial. Entah mengapa, banyak dari para pengagum Ahok, memanfaatkan momen hari bahagia ini tak hanya untuk mengucapkan selamat ulang tahun kepada Ahok, tetapi juga sekaligus menjadikan momen ini sebagai kesempatan mengejek dan merendahkan pasangan pemimpin baru DKI Jakarta Anies Baswedan - Sandiaga Uno.

Salah satu yang terbilang paling nyleneh -jika tak ingin dikatakan biadab- adalah Butet Kertaradjasa, seniman serba bisa asal Yogyakarta. Melalui laman facebooknya, Butet menempatkan foto Anies dan Sandi di belakang Ahok yang sedang merentangkan tangan. Rentangan tangan Ahok ini menutupi wajah Anies dan Sandi.

Sebagai captionnya, Butet menuliskan KETIKA KAU DISALIBKAN, siapakah orang di kiri kananMU? Selamat ulang tahun Koh Ahok.

Bagi kalangan Kristiani, peristiwa penyaliban Nabi Isa (Yesus) diyakini sebagai bentuk ketaatan kepada kehendak Allah yang mengutus Yesus untuk menyelamatkan umat manusia. Yesus yang tidak bersalah, dijatuhi hukuman mati dengan cara yang paling hina untuk menyelamatkan manusia.

Dalam peristiwa penyaliban Yesus di Bukit Tengkorak (Golgota), disalibkan pula 2 orang penjahat yang memang layak dihukum mati dengan cara paling nista kala itu. Kedua nama penjahat itu tak pernah disebutkan dalam alkitab. Namun sebuah teks apokripa yang dikenal sebagai Injil Nikodemus menyebutkan nama kedua penjahat tersebut Gestas dan Dysmas. Sementara injil latin kuno menyebutnya Zoatham dan Camma. Sebuah teks apokripa lain, injil masa kecil (Gospel of Infancy) menyebut nama kedua penjahat itu Titus dan Dumachus.

Apakah pesan yang ingin disampaikan Butet, putra seniman besar Bagong Kusudiardja, kepada para pembacanya melalui ucapan ulang tahun dengan ilustrasi dan caption seperti itu?

Apakah Butet ingin menempatkan Ahok sama seperti Yesus yang tidak bersalah, namun taat menerima hukuman demi kepentingan umat? Lalu apa maksud Butet menempatkan Anies dan Sandi di sebelah kiri dan kanan Ahok, sembari mengingatkan siapa yang berada di kiri kananMu? (Mohon ingat kembali, yang berada di kiri kanan Yesus adalah penjahat yang layak dihukum mati).

Hanya Butet yang tahu apa maksud status facebooknya tersebut. Namun, reaksi keras warganet tak terbendung lagi.

Berikut tanggapan warganet atas status facebook Butet.