Yang Lebih Pantas Diapresiasi Guru Honorer, Bukan "Ongkang-ongkang Kaki" Dapat Ratusan Juta


[PORTAL-ISLAM.ID] Gaji selangit para pejabat "Penjaga Pancasila" Badan Pembinaan Ideologi Pancasil (BPIP) yang fantastis mencapat ratusan juta SUNGGUH TIDAK MENCERMIKAN NILAI-NILAI PANCASILA itu sendiri.

Terutama sila ke-5 "Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia".


Terlebih kalau melihat realita gaji guru hononer yang sangat nestapa memilukan hati, bagi yang masih punya hati.

Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 42/2018 yang ditandatangani Presiden Joko Widodo pada 23 Mei 2018 kemarin, Megawati selaku Ketua Dewan Pengarah BPIP mendapat penghasilan Rp 112 juta per bulan. Mahfud MD dkk anggota Dewan Pengarah BPIP digaji Rp 100 juta per bulan.

Sementara guru honorer yang mereka benar-benar bekerja mendidik dan mencerdaskan anak bangsa, digaji sangat minim dibawah UMR.

“Gajiku cuma Rp400 ribu sebulan. Buat beli bensin aja enggak cukup,” kata Rizqi Amaliyah, guru Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda 2, Mojokerto, Jawa Timur, seperti dilansir Tirto pada 3 Mei 2018.

"...Yang pasti ada ribuan guru PPKN pengajar+penjaga Pancasila yg masih honorer +gaji cuma ratusan ribu/bulan.

Ribuan guru ini lah pejuang pancasila sebenarnya yg lebih pantas diapresiasi ketimbang orang2 yg nerima 100jt/bulan dari APBN yg konon tugasnya menjaga pancasila. (``,)," ujar aktivis buruh @iyutVB di lini masa twitter, Kamis (31/5/2018).