WOW! Rp 127 Triliun Terkuras Akibat Rontoknya Rupiah


[PORTAL-ISLAM.ID] Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sepanjang tahun berjalan 2018 ini melemah 5,35% dan telah menembus level psikologis Rp14.000/USD. Bank Indonesia (BI) diestimasikan merogoh cadangan devisa US$9 miliar (Rp 126,99 triliun) untuk itu.

Ekonom UOB Enrico Tanuwidjaja memaparkan angka tersebut dikucurkan tatkala bank sentral mempertahankan 7-day repo rate pada level 4,25%. Sebagai perbandingan, pada 2015 BI harus menggelontorkan US$12 miliar untuk menjaga rupiah, sembari menahan suku bunga acuan.

"Kami memperkirakan Bank Indonesia (BI) telah membelanjakan US$9 miliar sepanjang tahun berjalan ini untuk mempertahankan nilai rupiah," tulisnya dalam laporan riset yang dirilis pada Rabu pagi (9/5/2018).

Lebih mundur ke belakang, Enrico menyebutkan BI pada 2013 harus membelanjakan US$ 17 miliar sembari menaikkan suku bunga acuan sebesar 175 basis poin (bps) untuk menjaga nilai tukar rapiah.

Tahun 2013 dikenal sebagai tahun taper tantrum di mana bank sentral AS (Fed) menyetop gelontoran pembelian surat utang AS dalam kebijakan yang dikenal sebagai quantitative easing. Kebijakan ini memicu modal asing yang sempat mengalir ke pasar negara berkembang terhenti dan mudik ke negara maju.

Per April 2018, Bank Indonesia (BI) mencatat cadangan devisa Indonesia turun US$1 miliar ke US$125 miliar, dari US$126 miliar (Maret). Angka itu cukup untuk memenuhi kebutuhan impor selama 7,7 bulan dan pembayaran impor serta utang asing selama 7,4 bulan.

"Penurunan cadangan devisa senilai US$1 miliar ittu lebih kecil dari ekspektasi terutama karena BI sebelumnya menyatakan teah melakukan intervensi dengan nilai yang lumayan beberapa pekan sebelumnya (pada April)," ujar Enrico.

Minimnya penurunan tersebut, lanjut dia, tidak terlepas dari penerbitan obligasi berdenominasi euro dengan tenor 7 tahun dan obligasi dolar bertenor 10 tahun. Pemerintah menerbitkan surat utang tersebut pada April.  (CNBCIndonesia)