Wawancara tvOne, Ustad Abdul Somad: Yang Motong-motong Video Ceramah Saya Itu Harus Ditangkap, Itu Teroris Juga, Mereka memprovokasi Masyarakat!


[PORTAL-ISLAM.ID] Ceramah Ustadz Abdul Somad tentang 'Bom Syahid' di Palestina dalam perjuangan melawan penjajah Israel, dikaitkan dan dituding sebagai provokatif dan dikaitkan dengan aksi-aksi terorisme di Indonesia.

"Ceramah somad sgt berbahaya dan provokatif. Pengaruh somad dikalangan awam sgt kuat dan ini bisa menjadi modal keyakinan mrk melakukan bom bunuh diri di tiap tempat. Mohon aparat lekas mengambil tindakan, sdh cukup sdr kami yg menjadi korban teroris. @DivHumas_Polri @WahhabiCC," kicau akun @HusinShihab di Twitter.

Ada juga Abdilah Toha, salah satu eks pendiri PAN mengupload ceramah Ustadz Abdul Somad (UAS) yang dipotong dan meminta tvOne untuk mempertimbangkan kembali menjadikan UAS berceramah Ramadhan.

"TVone rencana menayangkan tiap pagi Ramadhan dai yang mengatakan bahwa pembom bunuh diri mati syahid, bukan mati konyol. Sudahkah TVone mempertimbangkan masak-masak dan menyaksikan video ini?" kata Abdilah Toha di twitter.


Terkait hal tersebut, Ustad Abdul Somad saat telewicara yang disiarkan tvOne kemarin, Selasa (15/5/2018), menegaskan bahwa yang motong-motong video ceramahnya dan lalu dikaitkan dengan Teroris, harus ditangkap oleh aparat, karena tindakannya tsb juga sama dengan aksi terorisme.

"Itu video ceramah dua-tiga tahun lalu, hari Sabtu, di Masjid An Nur Pekanbaru Riau, saat kuliah Subuh."

"Ingat konteks ceramah saya itu perang di Palestina, bukan di negara damai seperti Indonesia."

"Oleh karena itu yang motong-motong video ini juga itu tidak lebih sadis dari teroris, mereka teroris juga, harus ditangkap, cari darimana sumbernya, memprovokasi masyarakat."

"Mereka yang motong video saya itu mereka menyebar hoax, mereka teroris, tangkap!" tegas Uastad Abdul Somad.

Selengkapnya video pernyataan UAS di tvOne.

[video]