[VIRAL] Aparat Bersenjata PAKSA Seorang Santri Bongkar Barang Bawaan, Warganet NGAMUK: Sakit Negeriku!


[PORTAL-ISLAM.ID]  Setelah warganet dihebohkan video seorang santriwati bercadar yang diinterogasi dengan kawalan ketat aparat saat turun dari bus di Terminal Gayatri Tulungagung, kini viral sebuah video berdurasi 50 detik memperlihatkan seorang berpakaian layaknya santri

Santri tersebut terlihat diawasi anggota Brimob bersenjatakan laras panjang di salah satu sudut mirip kawasan Simpang Lima Semarang.

Pada video yang diperkirakan mengambil tempat di depan pos polisi Simpang Lima itu terlihat, pria berpeci dan bersarung itu diminta membuka kardus bawaannya. Namun, belum jelas  peristiwa yang mengawali tindakan polisi itu.

Terlihat, pria tersebut kemudian menyobek kardus yang dibawanya. Sambil nampak emosi, ia mengeluarkan isi kardus yang berupa pakaian.

Sesaat kemudian terdengar suara umpatan dari anggota kepolisian (diduga dari satuan Brimob).

"Utekke, ngamuk og," ujar salah seorang anggota Brimob.

Santri tersebut pun juga terlihat berbicara, akan tetapi, suaranya tak terdengar jelas. Selain kemungkinan diambil dari posisi perekam, juga karena tertutup suara lalu lalang kendaraan.

Anggota Brimob itu kemudian meminta agar santri tersebut membuka tas punggung miliknya.

"Agak menjauh, agak menjauh," kata seorang anggota saat santri tersebut akan membuka tas.

Santri tersebut pun selanjutnya membuang isi tas, yang berupa pakaian ke aspal dan tak lama kemudian video itu pun berakhir.

Ketika dikonfirmasi mengenai isi dari video tersebut, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Agus Triatmaja mengatakan belum menerima laporan terkait kejadian itu.

"Namun jika pun ada, itu adalah bentuk kewaspadaan dari anggota di lapangan, anggota yang sedang bertugas," ucapnya, seperti dikutip Jawapos.

Agus mengatakan, sejak ditetapkan status Siaga 1 usai rentetan teror bom di Surabaya, objek vital dan pusat keramaian keamanannya diperketat. Dirinya mencontohkan tamu-tamu yang diperiksa identitasnya saat hendak mengunjungi Mapolda Jateng.

"Anggota tidak akan gegabah, semua yang dilakukan hanya demi keamanan dan kenyamanan masyarakat," tandasnya.
------