VIRAL Aktivis Tionghoa BERANI BEDA: "Kamsia Pak Jokowi, Cukup Ampe 2019 Aja"


[PORTAL-ISLAM.ID]  Meme aktivis Lieus Sungkharisma beredar. Captionnya: "Kamsia Pak Jokowi, cukup ampe 2019 aja".

Dengan demikian, jadilah Lieus Sungkharisma sebagai orang Tionghoa pertama yang berani menolak kepemimpinan ulang Presiden Joko Widodo. He is the pioneer. Sementara mayoritas enggan keluar dari comfort zone, he speaks up.

"It is not easy to be a pioneer-but oh, it is fascinating," tulis Elizabeth Blackwell (British physician).

Jokowi punya chance berkuasa kembali. Bila tidak tumbang, dan terpilih kedua kali, maka dia bisa memerintah untuk ketiga kali. Tinggal ubah regulasi. Seperti Mr. Xi Jinping of China.

Tanpa basis massa, Jokowi kuat. Dia fenomena anomali. Paradoxnya, justru saking lemah, Jokowi jadi kuat. Di sekitarnya, ada banyak klik yang dapet jatah. Dibagi rata. Karena itu, semua klik punya kepentingan mempertahankan kekuasaan Jokowi.

Sumber lain kekuatan Jokowi adalah infiltrasi Beijing. Proxinya ya konglomerat. Dahulu, hanya ada satu kekuatan main di Indonesia, yaitu Amerika.

Media mainstream dikuasai. Lembaga survei dapet proyek dongkrak popularitas. Bikin kesan dicintai rakyat.

Sekali pun dollar naik, menteri negara asal ngomong, ada satu issue penyelamat: Islam radikal. Ketika issue ini dimainkan, minoritas dan moderat rame-rame kembali Pro Jokowi.

Ke empat faktor ini kunci kekuatan Jokowi. Bila rantai soliditas klik terurai, interupsi Amerika via Donald Trump, maximalisasi media alternatif dan konvensional, transformasi stigma terhadap muslim bisa dilakukan, maka Joko is in trouble. Dia bisa benar-benar pensiun di tahun 2019.

Penulis: Zeng Wei Jian