TERCYDUK! Trik BUSUK Kompas TV "Tipu" Penonton Soal Survei INES. Ini BUKTINYA!


[PORTAL-ISLAM.ID]  Hasil survei Indonesia Network Election Survey (INES) yang menyebut Prabowo Subianto bisa memenangkan pemilihan Presiden jika diselenggarakan hari ini rupanya membuat pihak-pihak tertentu panik.

Saking paniknya, dalam acara Kompas Malam yang tayang Ahad,6 Mei 2018, redaksi Kompas TV sampai memasang grafik yang terbalik antara perolehan persentase Jokowi dan Prabowo Subianto.


Grafik yang terbalik ini bertentangan dengan hasil rilis INES yang dikabarkan di berbagai media.









Keanehan ini mengundang seorang warganet yang kreatif membuat sebuah video pendek berisi kumpulan berita yang mengabarkan persentase elektabilitas Jokowi dan Prabowo Subianto serta cuplikan "keajaiban" tampilan grafik yang dimuat Kompas TV.

Seperti diketahui, dalam survei INES, Prabowo mendapatkan suara 50,2 persen,   sementara Jokowi sebagai petahana hanya mampu meraih 27,7 persen dari total responden.

Direktur Eksekutif INES Oskar Vitriano mengatakan survei tersebut merupakan hasil nama-nama top of mind yang dihimpun dari 2.180 orang di 408 kabupaten dan kota. Di samping itu, survei yang diselenggarakan pada 12 hingga 28 April 2018 ini diklaim memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error sebesar 2,1 persen.

Hasil yang sama juga terjadi jika survei dilakukan secara tertutup, yakni hanya mengerucutkan nama ke beberapa pilihan.

Tercatat, 54,5 persen responden memilih Prabowo Subianto dan 26,1 persen memiih Jokowi jika pemilihan Presiden dilakukan hari ini.

Mengomentari tayangan Kompas TV yang berbeda dari media lainnya, bahkan dari Metro TV, warganet berkomentar:

"Udah ga aneh kerjaan media pelacur," tulis @EdyRafael7

"Tercyduk....

Yg 50.7% tuk @prabowo bukan @jokowi...

@kompascom kompasTV salah sajikan gambar data...
😁

@fadlizon @habiburokhman @Gerindra," kicau ted_dies.

Berikut tayangan video Kompas TV yang diunggah ke saluran youtube.