[PilGub Jateng] Gubernur Hedonis Hobi Dugem VS Gubernur Sederhana yang Rajin Ngaji


[PORTAL-ISLAM.ID] Penulis Nahum Barnea berkata, "A hedonistic politician is one who adopts a living standard that is immeasurably higher than that of his voters".

"A hedonistic politician takes, and doesn’t give anything in return," lanjut Nahum Barnea.

Terma "hedonistic" artinya "engaged in the pursuit of pleasure; sensually self-indulgent". Bersenang-senang, hura-hura, pesta pora dan sejenisnya. Istilah ini erat berkaitan dengan "drink, drugs, and parties".

Kata "parties" mengingatkan saya kepada Ganjar Pranowo. Semalam, setelah tapping acara Mata Najwa bersama Sudirman Said, dia 'hang out' nonton konser Europe, grup musik cadas dari Swedia. Nge-rock bareng followers. Video Ganjar jingkrak-jingkrak ikut nyanyi "The Final Countdown" dan "Carrie" viral di media sosial.

Saya tidak tau, apakah aktifitas Ganjar ini masuk kategori "hedonistik" atau bukan. Sekalipun menurut saya, nonton konser rock import bukan cara hidup marhaen, petani miskin, nelayan, buruh dan santri pesantren. Terlalu mahal gaya hidup macam ini.

Di sisi lain, di saat bersamaan, Sudirman Said menghadiri pengajian di Pondok Pesantren API Tegalrejo besutan Gus Yusuf Chudlori. Di sana, dia mendengarkan tausiyah KH Anwar Iskandar dari Kediri.

Sudirman Said memilih menghabiskan malam minggu dengan berdiskusi dengan ribuan santri dan ulama seperti Mbah Kyai Chalwani, Pimpinan Pondok Pesantren Berjan Purworejo yang semalam turut hadir di Pondok Pesantren API Tegalrejo.

Nyata; Ganjar ngerock-Dirman ngaji. Saya kira, pilgub telah selesai. Pemenangnya telah ditentukan.

Penulis: Zeng Wei Jian

Berikut videonya.