John Pilger: Korban Terbesar Terorisme Adalah Umat Islam


[PORTAL-ISLAM.ID] "Korban terbesar Terorisme adalah Umat Islam. Hakikatnya tak ada perang terhadap Terorisme, yang ada adalah perang menggunakan alasan Terorisme." (John Pilger, Jurnalis Autralia).

John Richard Pilger adalah jurnalis investigatif Australia dan produser film dokumenter pemenang penghargaan BAFTA. Tinggal di Inggris.

Pilger telah memenangkan Jurnalis of the Year Award Inggris pada tahun 1967 dan 1978. Film dokumenternya telah mendapatkan penghargaan di Inggris dan di seluruh dunia, termasuk beberapa penghargaan BAFTA. Praktik media mainstream adalah subjek reguler dalam tulisan Pilger.

Pilger adalah pengkritik kuat kebijakan luar negeri Amerika, Australia dan Inggris, yang dianggapnya didorong oleh agenda imperialis.

Dalam salah satu artikelnya di johnpilger.com, John Pilger menulis:

"Far from being the terrorists of the world, the Islamic peoples have been its victims - that is, the victims of American fundamentalism, whose power, in all its forms, military, strategic and economic, is the greatest source of terrorism on earth."

("Jauh dari menjadi teroris dunia, Umat Islam telah menjadi korbannya - yaitu, korban fundamentalisme Amerika, yang kekuasaannya, dalam segala bentuknya, militer, strategis dan ekonomi, adalah sumber terorisme terbesar di bumi.")

John Pilger mencatat diperkirakan 200.000 warga Irak meninggal selama dan segera setelah pembantaian yang dikenal sebagai perang Teluk. Ini tidak pernah diberitakan media mainstream di barat. Setidaknya satu juta warga sipil, setengah dari mereka anak-anak, telah meninggal di Irak akibat embargo abad pertengahan yang dikenakan oleh Amerika Serikat dan Inggris.

“Perang melawan terorisme” (War On Terroisme) seperti yang acapkali diucapkan Amerika tak hanya jargon untuk justifikasi mereka melakukan agresi militer demi kepentingan politik.

Rita Lasar, saudari dari Abe Zelmanowitz, korban The World Center (WTC), yang kematiannya dikenang oleh Amerika dan bahkan seluruh dunia atas pengorbanan heroiknya yang memutuskan menyelamatkan seorang disabel daripada mengambil kesempatan untuk menyelamatkan dirinya, mengatakan setelah kematian saudaranya, “Saya segera mengetahui bahwa negaraku akan menggunakan kematian saudaraku untuk menjustifikasi pembunuhan orang-orang tak bersalah di Afghanistan dan di mana pun yang pantas di mata mereka [Amerika Serikat].”

Referensi:
http://johnpilger.com/
https://www.newstatesman.com/node/154126