GP Ansor Tolak Ceramah Ust. Khalid Basalamah, Advokat Senior: Jadi, Siapa yang Anti Perbedaan?


[PORTAL-ISLAM.ID]  Penolakan
Ketua Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas terhadap Ustaz Khalid Basalamah yang akan mengisi ceramah di Masjid KH. Hasyim Asy'ari, Jakarta menjadi polemik di ranah media sosial.

Dalam sebuah pesan singkat kepada media, Yaqut berharap DKM Masjid KH. Hasyim Asy'ari juga menolak permohonan izin panitia acara.

"Saya berharap, pengurus Masjid KH. Hasyim Asy'ari menolak permohonan itu," tutur Yaqut seperti dirilis CNN.

Yaqut beralasan, Khalid Basalamah kerap melakukan dakwah yang bertentangan dengan pandangan Nahdlatul Ulama (NU). 

Bahkan, Yaqut menilai Khalid Basalamah kerap menjelekkan amaliyah-amaliyah yang selama ini dilakukan oleh warga NU.

Yaqut juga mengingatkan bahwa pemberian nama Hasyim Asy'ari terhadap masjid raya di Jakarta Barat tersebut merupakan penghormatan atas jasa-jasa Kiai pendiri NU.

Oleh karenanya, Yaqut merasa lebih baik panitia penyelenggara menggunakan masjid lain dan tidak menggunakan Masjid KH Hasyim Asy'ari. 

Diketahui, Tim Kajian Ilmiah Pegawai (TKIP) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menghelat kegiatan tabligh akbar dalam rangka menyambut bulan Ramadhan 1439 H. 

Dalam acara itu, Khalid Basalamah direncanakan memberikan ceramah di hadapan pegawai negeri sipil Pemprov DKI Jakarta di Masjid KH. Hasyim Asy'ari, Jakarta esok hari, Ahad, 6 Mei 2018.

Penolakan Yaqut ini dipertanyakan oleh seorang pengacara senior yang juga merupakan warga NU.


 Pernyataan Yaqut ini juga ditangggapi warganet lain.



Selama ini, Yaqut dan GP Ansor dikenal kerap membubarkan pengajian, baik yang mengundang ustaz non NU maupun ustaz yang berlatarbelakang NU seperti Ust. Abdul Somad.

GP Ansor pun kerap bereaksi keras terhadap ulama Hizbut Tahrir Indonesia.