Ex Wartawan Senior BBC: Jangan Represif Kepada Gerakan #2019GantiPresiden, Mereka Akan Makin Kuat!


[PORTAL-ISLAM.ID]  Mohon maaf kepada komunitas #2019GantiPresiden (komunitas). Hari ini saya mau memberikan advis kepada Pak Jokowi dan tim penasihatnya. Advis ini sangat merugikan komunitas. Sebaliknya akan menguntungkan Pak Jokowi. Sekali lagi, saya mohon maaf kepada pendukung gerakan ganti presiden 2019.

Advis saya begini. Kalau saya ada pada posisi Pak Jokowi, saya tidak akan memusuhi gerakan ganti presiden itu. Kebalikannya, saya akan membaiki mereka. Saya ajak mereka berdialog santai di Istana, saya sambut mereka dengan senang hati, dan saya yakinkan mereka bahwa saya bukanlah presiden yang harus mereka khawatirkan.

Saya akan jelaskan kepada mereka bahwa soal penggantian presiden, biarlah rakyat yang memutuskannya di hari pilpres 2019 nanti. Saya akan katakan kepada komunitas bahwa saya bukanlah orang yang sempurna. Saya akan merendah saja di depan komunitas. Saya juga akan katakan bahwa semua kekeliruan yang telah terjadi, akan saya perbaiki.

Saya bahkan akan mengajak komunitas tampil bersama di forum-forum terbuka dalam suasana rileks. Saya akan menggali sedalam mungkin apa-apa saja yang membuat komunitas merasa khawatir terhadap kepemimpinan saya. Saya akan meminta daftar keprihatinan komunitas. Saya akan minta agar mereka menuliskan apa saja unek-unek mereka.

Saya akan buat sesi khusus untuk pemuka komunitas guna menanyakan apakah ada bawahan saya yang overacting. Saya akan tanyakan apakah ada menteri yang menyebalkan. Kalau komunitas bilang ada dan mereka menyebutkan nama-namanya, saya akan langsung kumpulkan para pengamat independen untuk memberikan evaluasi. Kalau , misalnya, masyarakat sebal melihat menteri yang mengurusi semua hal, maka saya akan segera ganti.

Saya perintahkan para menteri urusan politik dan keamanan agar mendekati komunitas dan berbicara santai kepada mereka. Saya akan perintahkan semua pimpinan lembaga negara yang ada di bawah otoritas saya agar menunjukkan sikap dan perilaku yang ramah kepada komunitas.

Saya akan panggil Mendagri, Kapolri dan Kepala BIN untuk menanyakan mengapa sampai terjadi tindakan yang tak pantas terhadap para pemakai kaus #2019GantiPresiden. Saya akan tanya mengapa banyak pemda yang mengeluarkan instruksi untuk mensterilkan Car Free Day (CFD) dari kaus ganti presiden. Mengapa ada polisi dan satpol PP yang bersitegang dengan pemakai kaus.

Saya akan perintahkan kepada aparat keamanan supaya menunjukkan sikap bersahabat terhadap komunitas. Saya akan menginstruksikan kepada semua pejabat agar membiarkan komunitas meramaikan CFD dengan kaus #2019GantiPreaiden. Sebab, sikap represif hanya akan membuat citra saya semakin negatif.

Dengan menunjukkan sikap yang friendly (ramah), maka para pendukung gerakan ganti presiden 2019 akan kebingungan. Mereka akan kehabisan kata dan gagasan untuk memburukkan saya. Bagaimana tidak? Mereka tak bisa mengatakan pemerintah bersikap represif. Para komentator politik pun akan ramai-ramai mengatakan bahwa Jokowi adalah pemimpin yang ksatria. Berjiwa besar. Tidak terganggu oleh gerakan oposisi.

Di mana-mana akan tersiar berita bahwa Pak Jokowi adalah presiden yang berhati mulia. Akan muncul banyak headline yang berbunyi: “Jokowi Balas Permusuhan dengan Rangkulan dan Senyuman”. Ini akan menjadi viral. Pihak komunitas akan mati langkah. Komunitas akan pulang ke rumah masing-masing sambil merenung bahwa tagar #2019GantiPresiden ternyata tak relevan dengan kenyataan.

Tetapi, hari ini semua itu tampaknya sudah terlambat. Sudah banyak insiden “tegang leher” antara aparat keamanan dan komunitas. Sudah terbangun keyakinan di kalangan pendukung ganti presiden 2019 bahwa penguasa menunjukkan tindakan represif. Sebaliknya, pihak penguasa kelihatannya merasa bahwa cara represif adalah satu-satunya pilihan.

Percayalah, semakin represif tindakan terhadap gerakan #2019GantiPresiden, akan semakin keras pula semangat pendukungnya.

Kalaulah advis ini mau diadopsi juga, masih bisa. Cuma, untuk meyakinkan komunitas bahwa Pak Jokowi bukan seperti yang mereka sangka, tampaknya harus dilakukan perombakan kabinet. Para pejabat tinggi bidang keamanan, harus ditukar. Para menteri yang menyebalkan, perlu diganti.

Segitu dulu tip buat Pak Jokowi untuk menaklukkan #2019GantiPresiden.

Penulis: Asyari Usman