Erdogan Tegaskan: Yerusalem Timur Adalah Ibu Kota Palestina, Tak Bisa Ditawar


[PORTAL-ISLAM.ID] LONDON - "Yerusalem Timur adalah ibu kota Palestina," meskipun semua langkah diambil untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, tegas Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada hari Minggu (13/5/2018), seperti dilansir kantor berita Turki Anadolu Agency.

Pernyataan Erdogan disampaikan dalam acara gala dinner yang diselenggarakan oleh TURKEN Foundation di ibukota Inggris London, di sela-sela kunjungan kenegaraan Erdogan ke Inggris.

Berbicara mengenai keputusan pemerintah AS untuk memindahkan kedutaan mereka ke Yerusalem, sebuah langkah yang diperkirakan akan dilakukan pada hari Senin, Erdogan mengatakan 128 negara memilih dengan jelas menentang keputusan ini di majelis umum PBB.

Erdogan mengatakan hanya beberapa negara yang terpaksa harus mengikuti AS karena mereka diiming-imingi imbalan bantuan keuangan dari AS yang diberikan kepada negara-negara tersebut.

“Yerusalem, di atas segalanya, Yerusalem timur adalah ibu kota Palestina. Begitulah pendirian kami sebagai dunia Islam, kami menerimanya sebagaimana adanya,” kata Erdogan.

AS Resmikan Kedubes di Yerusalem Hari Ini

Putri Presiden Amerika Serikat Donald Trump Ivanka Trump dan suaminya, Jared Kushner, tiba di Israel menjelang pembukaan kedutaan besar AS di Yerusalem pada hari ini (Senin, 14/5/2018).

Pasangan yang sama-sama mengemban jabatan sebagai penasihat senior Gedung Putih itu akan menghadiri upacara peresmiaa kedutaan yang baru dipindahkan dari Tel Aviv. Mereka mewakili Trump yang tidak bisa hadir.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan langkah Amerika Serikat tersebut patut diikuti negara lainnya.

"Saya menyerukan semua negara untuk bergabung dengan Amerika Serikat dalam memindahkan kedutaan mereka ke Yerusalem," kata Netanyahu.

Keputusannya untuk memindahkan kedutaan dari Tel Aviv dilakukan menyusul keputusan Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel. Hal itu membuat marah warga Palestina dan umat Islam dunia.

Pemindahaan kedutaam itu dilakukanbertepatan dengan ulang tahun ke 70 negara Israel yang dideklarasikan pada 14 Mei 1948.

Israel menganggap Yerusalem (Al-Quds) sebagai ibu kotanya yang abadi dan tidak terbagi, sementara Palestina dan keputusan PBB Yerusalem Timur yang diduduki oleh Israel dalam perang Timur Tengah 1967 sebagai ibu kota negara masa depan.

Keputusan Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel mematahkan sikap netralitas Amerika Serikat selama beberapa dekade terakhir.

Presiden Otorita Palestina Mahmoud Abbas telah menggambarkan keputusan Trump untuk memindahkan kedutaan sebagai "tamparan abad ini".

Ditolak Negara-negara


Pada sidang darurat Majelis Umum PBB 21 Desember 2017 lalu, hasil voting mendapati 128 negara menentang langkah Amerika Serikat yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Hanya sembilan negara yang mendukung langkah Amerika, sementara 35 negara lain abstain.

Yang mendukung adalah: Amerika Serikat, Israel, Guatemala, Honduras, Togo, Mikronesia, Nauru, Palau, dan Kepulauan Marshall.