Edward Snowden BOCORKAN Sepak Terjang Direktur CIA yang Dipilih Trump, NGERIIII....


[PORTAL-ISLAM.ID]  Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump akhirnya pada hari Kamis, 17 Mei 2018 waktu setempat (Jumat dini hari WIB) mengumumkan secara resmi Direktur Central Intellegence Agency (CIA) yang baru untuk menggantikan Mike Pompeo yang saat ini dipersiapkan menjadi Menlu menggantikan Rex Tillerson yang dipecat belum lama ini.
Gina Haspel dipilih menjadi Direktur CIA yang baru setelah Komisi Intelijen Senat, Rabu, 16 Mei 2018 dengan suara 10 banding 5 (lima senator tersebut berasal dari Partai Demokrat) menyetujui penunjukkan Gina Haspel sebagai direktur baru CIA.

Gina kemungkinan baru akan dikukuhkan pekan depan, setelah penunjukkannya diteruskan ke Senat.

Penunjukkan Gina Haspel sebagai Direktur CIA yang baru telah memicu kontroversi di kalangan publik Amerika karena Gina Haspel dianggap harus bertanggung jawab atas serangkaian penhiksaan di penjara CIA.

Gina Haspel juga tercatat telah memberi instruksi untuk menghancurkan bukti video interogasi yang diiringi tindak kekerasan di penjara rahasia CIA.

Tudingan ini diperkuat dengan pernyataan Edward Joseph Snowden, seorang ahli IT yang membocorkan rahasia badan keamanan negara ke publik.

Melalui kicauan di akun twitternya, Snowden mengungkap fakta mengerikan.

Mengutip twit Presiden Trump, Snowden bercuit,

"Note: Gina Haspel participated in a torture program that involved beating an (innocent) pregnant woman's stomach, anally raping a man with meals he tried to refuse, and freezing a shackled prisoner until he died. She personally wrote the order to destroy 92 tapes of CIA torture".

(Catatan: Gina Haspel berpartisipasi dalam program penyiksaan yang melibatkan pemukulan perut wanita hamil [yang tidak bersalah], secara seksual memperkosa seorang pria dengan memasukkan makanan, yang coba ditolak untuk dimakan, ke dalam anus, dan membekukan tahanan yang terbelenggu sampai dia meninggal. Dia secara pribadi menulis perintah untuk menghancurkan 92 kaset penyiksaan CIA).
Snowden pun berturut-turut menyertakan tautan-tautan berita terkait kekejaman CIA yang diduga dilakukan atas persetujuan Gina.


Dalam tautan yang disertakan Snowden, terungkap kekejaman Gina dalam Black Operation yang dikisahkan oleh salah satu korban penyiksaan, Fatima Boudchar.


Dalam tulisannya di NY Times, Fatima mengisahkan penyiksaan yang terjadi saat ia sedang hamil tua dan hampir memasuki masa persalinan.
(Link: https://mobile.nytimes.com/2018/05/08/opinion/gina-haspel-questions-cia.html)

Gina juga dituding bertanggung jawab atas pembentukan penjara rahasia dengan kode "Mata Kucing", lokasi penyiksaan
dua tersangaka anggota militan Al Qaeda, Abu Zubaydah dan Abd al-Rahim al-Nashiri.

Keduanya disiksa dengan teknik waterboarding. Waterboarding merupakan salah satu cara interogasi di mana tersangka kepala tersangka ditutup dan disiram dengan air untuk memberikan efek tenggelam. Siksaan itu bisa juga dilakukan dengan benar-benar membenamkan wajah ke dalam air.

Rekaman video interogasi dengan teknik waterboarding inilah yang disinyalir diperintahkan oleh Gina untuk dihapus karena dianggap melanggar HAM.

Gina Haspel adalah seorang pejabat intelijen karier yang bergabung dengan CIA sejak 1985.

Sepanjang kariernya itu, Gina Haspel pernah menempati sejumlah posisi penting, termasuk direktur di Badan Klandestin Nasional dan di Pusat Kontraterorisme.[*]