DIHAJAR Kabar Foya-Foya Acara IMF-Bank Dunia, Buzzer Istana TERKAPAR dan Bungkam Serentak


[PORTAL-ISLAM.IDDugaan kuat adanya permainan anggaran yang melibatkan banyak pihak terkait penyelenggaraan Rapat Tahunan IMF dan Bank Dunia di Nusa Dua Bali telah diungkap oleh warganet Hasan Yahya Assegaf. (Baca: NGERI! Warganet UNGKAP Bau Anyir Permainan 6,9 T Duit Anggaran Pemerintah untuk Rapat Tahunan IMF-Bank Dunia di Bali )

Reaksi keras warganet pun mulai bermunculan. Warganet geram dan berharap pihak Istana segera melakukan klarifikasi.

"...Benar2 tumben luar biasa lho ini buzzer2 istana terkapar isu foya2 acara IMF-WB 1 Triliun, bungkam serentak wkwkwkwk... Kira2 narasi arahan dari istana untuk mengcounter isu ini bagaimana yah? Menarik ditunggu...Eaaaaa... (``,)," cuit @iyutVB.

"Secara teoritis, mereka memang harus mingkem. Karena setiap enggagement hanya bikin terperosok. @nufransa aja mungkin udah menyesali perbuatannya. Ngundang @_haye. Kita justru jangan diem. Suarakan terus," balas Ardi Wirda Mulia.


"Dikiranya @nufransa habib @_haye_ ini orangnya bodoh dan penakut, jadi dia soksokan ngundang habib haye utk datang ke lapangan banteng:D malah bikin makin keciumlah itu bau bangkai setrilyun :D," imbuh akun @mulaigerak.


Diketahui sebelumnya, Hasan Yahya Assegaf, seorang warganet yang terkenal kritis mempertanyakan beberapa poin penting terkait pendanaan Rapat Tahunan IMF dan Bank Dunia yang akan digelar di Bali, 12-14 Oktober 2018 mendatang.

Tak hanya berhenti pada tahap kritis, Hasan Yahya juga mulai menelisik dan menemukan banyak keganjilan terkait besarnya anggaran yang digunakan pemerintah.

Cuitan-cuitan Hasan Yahya ini dibalas Nufransa Wira Sakti, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan. Keduanya pun terlibat perang kicau.

Nufransa pun mengundang Hasan ke Kantor Kemenkeu untuk memberi penjelasan lebih komprehensif terkait pendanaan acara Rapat Tahunan IMF-Bank Dunia.

Selepas bertemu Nufransa, Hasan justru lebih lantang memaparkan temuan-temuan baru yang lebih menguatkan dugaan adanya permainan dana anggaran penyelenggaraan rapat yang konin dibiayai dari APBN ini.