CATAT! INI 5 Alasan Pemprov DKI BLACKLIST Forum Untukmu Indonesia


[PORTAL-ISLAM.ID]  Acara bagi-bagi sembako yang digelar oleh  ‘Forum Untukmu Indonesia (FUI) Sabtu 28 April 2018 lalu menelan korban.

Menanggapi ini, Wakil Gubernur Sandiaga Uno mengatakan panitia acara akan diblacklist oleh Pemprov DKI.

“Sudah pasti (di-blacklist). Kami tidak akan memberikan kesempatan lagi kepada mereka,” kata Sandi, di Jakarta Selatan, Rabu 2 Mei 2018.

Berikut lima pelanggaran di acara bagi-bagi sembako di Monas:

1. Mencatut Pemprov DKI

Sandiaga mengatakan, dalam undangan yang disebar ke masyarakat, panitia telah mencatut nama dan logo Pemprov DKI Jakarta. Padahal, Pemprov DKI hanya memberikan izin acara.

“Panitia menggunakan logo resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tanpa izin. Jadi, saya ingin garisbawahi bahwa, ini bukan event Pemprov DKI,” tegas Sandi.

2. Acara tidak sesuai izin

Panitia dinyatakan telah melanggar karena acara tak sesuai izin. Sandi menyebut, panitia awalnya izin meminjam Monas untuk kirab budaya.

Namun, ternyata ada acara bagi-bagi sembako. “Ini sudah tidak disetujui dari awal oleh kami dari Pemprov DKI,” jelas Sandi.

Baca juga  Menteri Dikbud Mengaku Tak Tahu Menahu Penetapan Libur Lebaran

3. Merusak Monas

Menurut Sandi, panitia juga tidak bisa menjaga kebersihan dan ketertiban. Sampah berceceran, dan banyak tanaman rusak di Monas.

“Panitia tidak bertanggung jawab kepada kebersihan taman dan prasarana, serta kegiatan di sekeliling area Monas,” ujar Sandi.

4. Massa tidak terkoordinasi baik

Pembagian sembako sempat dihentikan lantaran pengujung saling desak. Mereka kesulitan mendapat sembako, sebab masing-masing sembako dipisah dalam antrean berbeda.

“Terjadi penumpukan pengunjung yang tidak diantisipasi dengan baik, dan tidak terkoordinasi dengan baik,” ucap Sandi.

5. Tidak tertib

Karena massa yang membludak, dan panitia tidak memadai, kegiatan bagi-bagi sembako pun tidak berlangsung tertib dan berujung ricuh.

Akibatnya, dua anak terdosa menjadi korban tewas akibat acara tersebut

“Fakta kejadiannya telah terjadi, dan kami sangat prihatin. Ada dua korban yang mesti kehilangan nyawanya yaitu, saudara kita Mahesha Junaedi dan satu lagi, adinda Rizki,” sesal Sandi.