Zeng Wei Jian: Ganjar Takkan Menang Jika Gunakan Taktik Ahok


[PORTAL-ISLAM.ID]  Buzzer Anti Sudirman Said tercyduk. Mereka gunakan old school tactics. Banyak akun, satu konten. Isinya, serang Sudirman Said. Ofensif. Agresif. Keji. Dasar buzzer bayaran.

Jurus Go-Block akun robot berbayar ini jadi metode andalan Ahok. Sekarang dipake lagi oleh Camp Lawan Sudirman-Ida.

"If one definition of insanity is doing the same thing over and over again and expecting different results, then many social media managers must be crazy," kata ahli branding Mark Traphagen.

Dikiranya, netizen atau Sudirman Said fans terlalu "ecek-ecek". Seperti kata Bambang Pacul. Nyatanya, ketauan modus mereka. Kacangan. Obsolete tactic.

Sejumlah netizen menilai mereka panik. Semua serangan fitnah terhadap Sudirman Said patah. Mereka edit foto seolah Sudirman Said sembayang Buddhist. Mereka bilang Sudirman Said Kristen dan antek Yahudi.

Pasca Ganjar Pranowo disebut-sebut Irvanto, akun-akun robot digerakan. Tematik serangannya: "Sudirman Said menggerakan KPK". Ngawur. Ngga masuk akal.

Bagai gledek, tiba-tiba Bambang Pacul dipanggil KPK. Dia jadi saksi terkait kasus PUPR Amran Mustary.

Pacul adalah komandan Timses Ganjar-Yasin. Walah, Sudirman Said lagi nih bakal dituduh gerakin KPK.

Mungkin, lilitan kasus korupsi ini menyebabkan mereka panik. Gerakannya jadi sradak-sruduk. Nggak tenang. Ngaco. Karena nggak happy. Was-was. Seperti kata Sudirman Said, "Jangan Korupsi, pasti bahagia".

Pro Ganjar-Yasin nggak mungkin menang bila menggunakan tactic yang dipake Ahok; Gerakin Akun Robot. Ngarep menang, Itu namanya "insanity".

Seperti kata Albert Einstein, "Insanity is doing something over and over again and expecting a different result".

Penulis: Zeng Wei Jian