Tiga Alasan Kenapa Asyik Harus Menang Di Jabar


[PORTAL-ISLAM.ID] Ketua DPW PKS Jawa Barat Nur Supriyanto mengungkapkan tiga alasan kenapa harus Sudrajat-Syaikhu (Asyik) yang menang di kontestasi Pilgub Jabar 2019.

Tiga alasan itu, kata pria yang juga calon walikota Bekasi ini, pertama menentukan pertarungan di Pilpres 2019. Kemenangan Jabar akan semakin memudahkan upaya untuk ganti presiden pada 2019.

Alasan kedua, Jawa Barat provinsi sangat strategis. Provinsi dengan jumlah penduduk terbesar. Harus dipimpin oleh orang yang tepat.

"Kita butuh tujuh juta lima ratus suara untuk memenangkan Pilgub. Pastikan kita, saudara kita, teman kita coblos nomor tiga," kata Nur Supriyanto dalam kampanye akbar pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu di lapangan Multiguna Bekasi Minggu (29/4/2018), seperti dikutip RMOL.

Alasan ketiga, adalah keberhasilan sosok Ahmad Heryawan.

"Alhamdulillah sepuluh tahun bersama Kang Aher Jabar maju Jadi provinsi terbaik. Ini tak boleh berhenti di 2018. Harus berlanjut hingga 2023 dengan kepemimpinan Ajat-Syaikhu," paparnya.

Sementara itu, calon presiden RI dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta dalam pertemuannya dengan calon gubernur Jawa Barat Sudrajat mengajak seluruh kader dan simpatisan PKS untuk memenangkan pasangan Asyik.

“Saya percaya Pak Sudrajat. Tentu saya mendukung pasangan Asyik (Sudrajat-Ahmad Syaikhu) di Jawa Barat. Saya juga mengajak seluruh kader, simpatisan, dan para calon presiden dari PKS untuk turun tangan bekerja keras membantu pemenangan Asyik,” kata Anis yang bertemu Sudrajat di Jakarta pada Jum'at lalu.

Anis menyampaikan dirinya dan Mayjen TNI (Purn.) Sudrajat satu angkatan saat mengikuti pendidikan di Lemhanas Angkatan ke-9 pada 2001

“Saya dan Kang Ajat satu angkatan dengan, misalnya, Pak Sudi Silalahi (mantan Menteri Sekretaris Negara), Pak Mustafa Abubakar (mantan Menteri Negara BUMN), dan almarhum Pak Amirul Isnaini (mantan Danjen Kopassus),” tambah Anis.

Anis mengaku setelah kursus itu ia jarang bertemu dengan Sudrajat. Apalagi pada 2005-2009, Sudrajat diangkat menjadi duta besar RI untuk Republik Rakyat Tiongkok. Walau demikian, hubungan mereka tetap intens. “Kang Ajat kan Kapuspen TNI pada awal-awal Reformasi. Jadi sejak dulu kami sering komunikasi,” jelas Anis, seperti dilansir Tribunnews.

Anis sendiri memastikan akan membantu semaksimal mungkin pemenangan Asyik. “Saya siap turun dan kampanye di Jawa Barat. Biar Jawa Barat makin Asyik,” tutup Anis sambil tertawa.